Atto Sakmiwata Sampetoding

Buron 5 Tahun, Pengusaha Tambang Asal Sulawesi Selatan Ditangkap di Kuala Lumpur

Sedianya Atto menjalani hukuman pada 2014 lalu setelah divonis bersalah dalam kasus korupsi jual beli nikel kadar rendah dengan Pemda Kolaka.

Buron 5 Tahun, Pengusaha Tambang Asal Sulawesi Selatan Ditangkap di Kuala Lumpur
Fahdi Fahlevi - tribunnews
Atto Sakmiwata Sampetoding saat tiba di Kejagung RI, Jakarta, Kamis (21/11/2019) 

Terpidana telah merugikan negara Rp 24 miliar. Kasusnya ditangani Kejaksaan Negeri Kolaka.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Agung menangkap Atto Sakmiwata Sampetoding di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (20/11/2019) pukul 21.00 waktu setempat.

Atto adalah pengusaha tambang asal Toraja, Sulawesi Selatan.

Ia ditangkap dengan status sebagai buronan terpidana kasus korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp 24 miliar.

Atto saat itu menjabat sebagai Managing Director PT Kolaka Mining Internasional.

Terpidana ditangkap setelah ditolak masuk ke Malaysia oleh otoritas berwenang.

PSM Vs Bali United: Rivky Absen, Hilman Syah Starter?

“Yang bersangkutan diserahkan tim yang berada di Kuala Lumpur ke Indonesia," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Mukri saat konferensi pers di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Pengusaha kelahiran Toraja ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 09.30 wita

Dirinya langsung dibawa dengan kawalan dari Tim Intelijen Kejaksaan Agung ke Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.

Sedianya Atto menjalani hukumannya pada 2014 lalu setelah divonis bersalah dalam kasus korupsi jual beli nikel kadar rendah dengan Pemda Kolaka.

50 Musisi Bakal Ramaikan Festival Musik RIC di TSM Makassar

"Atas perbuatan tersebut yang bersangkutan dijatuhi pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp 500 juta serta uang pengganti Rp 24,1 miliar," ungkap Mukri dikutip dari tribunnews.com.

Penangkapan Atto merupakan bagian dari program Tangkap Buronan (Tabur) dari Kejaksaan Agung.

Selama kurun 2019, Kejaksaan Agung telah menangkap 153 buronan. (*)

Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved