Formula 1 2019

Harus Tersingkir Dari Formula 1 (F1), Simak Perjalanan Karier Charles Lecler

Formula 1 Brasil 2019 sepertinya belum menjadi rejeki bagi dua pembalap Ferrari. Pembalap Ferrari Sebastian Vettel gagal menyelesaikan balapan.

Harus Tersingkir Dari Formula 1 (F1), Simak Perjalanan Karier Charles Lecler
Screen IG @charles_leclerc
Harus Tersingkir Dari Formula 1 (F1), Simak Perjalanan Karier Charles Lecler 

TRIBUNTIMURWIKI.COM - Formula 1 Brasil 2019 sepertinya belum menjadi rejeki bagi dua pembalap Ferrari.

Pembalap Ferrari Sebastian Vettel gagal menyelesaikan balapan tersebut.

Dilansir dari Bola Sport.com, Sebastian Vettel kembali membuang kesempatan emas untuk memenangkan sesi balapan F1 Brasil 2019 yang digelar di Autodromo Jose Carlos Pace, Senin (18/11/2019) dini hari WIB.

Menjadi satu-satunya pembalap Ferrari yang start dari barisan depan tepatnya di urutan kedua, Sebastian Vettel justru tampil kedodoran dalam balapan yang berlangsung selama 71 putaran tersebut.

Pembalap asal Jerman tersebut berjuang keras untuk bisa mengambil alih posisi Max Verstappen sebagai pemimpin balapan yang tampil apik di belakang kemudi mobil Red Bull RB15.

Tak hanya, Sebastian Vettel namun ada juga Charles Lecler yang harus tersingkir dari posisi F1 2019.

Di sisi lain, perjuangan yang hebat juga ditunjukkan oleh Charles Leclerc dengan mobil Ferrari SF90 yang mengawali balapan tersebut dari urutan ke-14.

Pembalap muda asal Monako tersbeut mampu melesar dan mendekati para pembalap papan atas, selain itu dia juga berhasil naik tujuh pringkat hanya dalam tujuh putaran.

Usaha Leclerc dan Vettel harus berujung dengan kekecewaan saat keduanya saling bersinggungan tatkala balapan tinggal menyisakan lima putaran terakhirnya.

Leclerc dan Vettel saling bersaing ketat dengan melakukan aksi saling salip saat melintasi tikungan 4, sebelum akhirnya mobil kedua pembalap tersebut mengalami pecah ban.

Sebastian Vettel menyayangkan adanya kejadian itu dan menilai bahwa tabrakannya dengan Leclerc merupakan hal memalukan bagi timnya yang sedang mengincar hasil positif pada balapan tersebut.

"Saya rasa ini adalah hal yang memalukan untuk tim, kami sebenarnya kami dapat dan layak untuk meraih hasil yang lebih baik," kata Sebastian Vettel, dilansir BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.

"Kami bertarung satu sama lain dengan saling melakukan manver yang agresif saat melewati chicane," ucap pembalap berusia 32 tahun tersebut.

Lebih jauh lagi, Sebastian Vettel merasa bahwa dia melakukan manuver yang jauh lebih baik dibandingkan dengan Leclerc terutama pada saat melewati tikungan 2 dan 3.

Dia pun lantas heran dan tidak mengerti kenapa bisa bersinggungan dan bertabrakan dengan mobil millik Charles Leclerc.

"Saya keluar lebih baik daripada Charles saat berada di tikungan 2 dan 3, saya pikir saya sudah melewatinya dengan baik," ucapnya menjelaskan.

"Tapi, saya tidak tahu mengapa kami saling bertabrakan, sayangnya, pada seri kali ini kami berdua harus mengakhiri balapan lebih dini," kata Sebastian Vettel.

Hingga akhir balapan, Max Verstappen berhasil mempertahankan posisinya dan meraih kemenangan ketiganya pada musim ini dengan menjuarai seri F1 Brasil 2019.

Sementara di tempat kedua dan ketiga diisi oleh pembalap Scuderia Toro Rosso, Pierre Gasly dan Carlos Sainz dari tim McLaren.

Siapa Charles Leclerc?

Dilansir dari wikipedia, Charles Leclerc lahir di Monte Carlo, Monako, 16 Oktober 1997.

Ia adalah seorang pembalap mobil profesional dari Monako yang saat ini membalap di arena Formula Satu untuk tim Scuderia Ferrari.

Ia merupakan juara Seri GP3 musim 2016 dan Formula 2 musim 2017.

Leclerc naik kelas ke ajang Formula Satu di musim 2018 dengan bergabung bersama tim Sauber.

Debutnya di ajang F1 dimulai di Australia 2018.

Selama musim 2018 berjalan, Leclerc meraih 39 poin dan mengantar tim Sauber bangkit dari sebelumnya posisi dasar klasemen di 2017 menjadi naik ke posisi 8.

Atas prestasinya tersebut, Leclerc kemudian mendapat promosi naik kelas ke tim Ferrari di tahun 2019 untuk menggantikan Kimi Raikkonen dan menjadi rekan setim Sebastian Vettel.

Kehidupan pribadi

Selama masa kecilnya, Leclerc yang lahir di Monako adalah teman dari almarhum Jules Bianchi yang berasal dari Nice, yang memenangkan kejuaraan balap pertamanya ketika Leclerc masih berusia 10 tahun.

Leclerc mulai mengendarai gokart di lintasan yang dikelola oleh ayah Bianchi di Brignoles.

Seperti Bianchi, Leclerc bergabung dengan perusahaan manajemen ARM yang dipimpin oleh Nicolas Todt.

Dalam sebuah wawancara pada tahun 2018, Leclerc mengungkapkan bahwa Bianchi juga ayah baptisnya.

Leclerc memiliki kakak laki-laki, Lorenzo, dan adik laki-laki, Arthur.

Ayahnya, Hervé, juga berprofesi sebagai pembalap mobil dan pernah membalap di Formula Tiga pada dekade 1980-an dan 1990-an serta menjadi sosok yang cukup dihormati di ajang karting.

Herve meninggal setelah lama sakit dalam usia 54 tahun, hanya empat hari sebelum putranya memenangkan feature race di Baku, Azerbaijan.

Leclerc saat ini tengah menjalin hubungan dengan Giada Gianni asal Italia sejak Januari 2015.

Karier junior

Karting

Leclerc memulai karir balapannya di ajang gokart pada tahun 2005.

Ia berhasil memenangkan Kejuaraan PACA Prancis pada tahun 2005, 2006 dan 2008.

Pada tahun 2009 ia menjadi juara Kadet Prancis sebelum naik ke kelas KF3 pada tahun 2010, di mana ia memenangkan Piala Kart Junior Monako.

Ia lantas melanjutkan di kelas KF3 untuk 2011 dan berhasil memenangkan Piala Dunia KF3 CIK-FIA, Piala Akademi Karting CIK-FIA dan ERDF Junior Kart Masters.

Selama tahun tersebut Leclerc juga menjadi anggota perusahaan All Road Management milik Nicolas Todt.

Leclerc lantas naik kelas ke kategori KF2 pada 2012 dengan tim ART Grand Prix dan memenangkan gelar WSK Euro Series.

Ia juga berhasil menjadi runner-up di Kejuaraan KF2 Eropa CIK-FIA dan CIK-FIA Under 18 World Karting Championship.

Pada tahun terakhir karting di tahun 2013, Leclerc meraih posisi keenam di Kejuaraan KZ Eropa CIK-FIA dan menempati posisi kedua di Kejuaraan KZ Dunia CIK-FIA, di belakang Max Verstappen.

Formula Renault 2.0

Pada tahun 2014, Leclerc mencoba peruntungannya dengan menjajal ajang balap mobil kursi tunggal.

Ia memulai perjalanannya dengan mengikuti kejuaraan Formula Renault 2.0 Alps untuk tim Inggris Fortec Motorsports.

Selama musim berjalan ia sukses meraih tujuh kali posisi podium, termasuk kemenangan ganda di Autodromo Monza.

Di akhir musim Leclerc menduduki posisi juara kedua di belakang Nyck de Vries dsri tim Koiranen GP.

Leclerc juga memenangkan gelar Kejuaraan Junior pada balapan terakhir musim yang di gelar di Jerez dengan mengalahkan pembalap asal Rusia Matevos Isaakyan.

Leclerc juga mengambil bagian dalam beberapa lomba di ajang Eurocup Formula Renault 2.0 musim 2014 dengan tim Fortec sebagai pembalap tamu.

Dalam enam balapan yang ia ikuti ia sukses meraih podium tiga kali, dengan finis kedua di Nürburgring yang diikuti dengan dua kali finis kedua di Hungaroring.

Formula Tiga

Leclerc saat membalap di ajang Formula Tiga di tahun 2015.

Leclerc membalap di ajang Formula Tiga pada tahun 2015 dengan mengikuti Formula 3 Eropa dengan tim Belanda Van Amersfoort Racing.

Pada lomba pembukaan musim di Silverstone, Leclerc meraih posisi pole untuk balapan kedua dan ketiga akhir pekan setelah pole sebelumnya Felix Rosenqvist terkena diskualifikasi dari lomba karena pelanggaran teknis.

Selanjutnya Leclerc sukses meraih kemenangan pertamanya di lomba ketiga akhir pekan tersebut di depan Antonio Giovinazzi dan Jake Dennis.

Ia kemudian berhasil meraih kemenangan kedua pada putaran berikutnya di Hockenheim dengan memenangkan lomba ketiga serta mengambil dua podium tambahan dan tiga kemenangan rookie selama acara berlangsung.

Leclerc mencetak kemenangan ketiganya dalam perlombaan pertama di Spa-Francorchamps yang membuatnya memimpin klasemen kejuaraan.

Namun Leclerc berada di urutan keempat dalam klasemen akhir setelah terlibat insiden dengan Lance Stroll di Zandvoort.

Pada November 2015, Leclerc finis kedua di Grand Prix Makau.

Seri GP3

Pada bulan Desember 2015, Leclerc mengikuti tes akhir musim dengan tim ART Grand Prix dan Arden International.

Pada bulan Februari 2016, Nyck de Vries mengkonfirmasi bahwa Leclerc bergabung bersama dirinya untuk berlomba di Seri GP3 musim 2016.

Formula 2

Leclerc mengawali perjalanannya di F2 dengan meraih pole untuk lomba feature race di Bahrain dan finis di posisi ketiga saat lomba berjalan.

Pada sesi sprint race keesokan harinya, Leclerc memilih melakukan pitstop di tengah lomba yang membuatnya turun 14 posisi.

Ia lantas menunjukan skillnya sebagai pembalap muda berbakat dengan menyalip 13 mobil dan berhasil bangkit dengan kemenangan lomba.

Ia menjadi juara F2 termuda dalam usia 19 tahun dan 356 hari dan menjadi pembalap keempat setelah Nico Rosberg, Lewis Hamilton dan Nico Hulkenberg yang berhasil meraih gelar F2 (atau dulu Seri GP2) di musim perdananya.

Kemenangan terakhir Leclerc di F2 diraih dalam lomba sprint race Abu Dhabi usai mengalahkan pembalap Thailand Alex Albon dengan selisih tipis 1,293 detik.

Karier Formula Satu

Pada bulan Maret 2016, diumumkan bahwa Leclerc akan menjadi salah satu dari dua pembalap yang bergabung dengan Akademi Pembalap Ferrari dan ia akan bekerja juga sebagai pembalap tes untuk Haas F1 Team dan Scuderia Ferrari.

Sebagai bagian dari perannya sebagai pembalap tes, Leclerc berpartisipasi dalam sesi latihan pertama GP Inggris 2016 untuk Haas.

Diyakini bahwa jika Leclerc mampu memenangkan kejuaraan Seri GP3, ia akan mengikuti Daniil Kvyat dan Valtteri Bottas yang langsung meloncat dari GP3 ke F1 bersama Haas.

Namun ini dibantah oleh kepala tim Haas Guenther Steiner yang mengatakan bahwa Leclerc akan turun dulu di ajang Formula 2 musim 2017.

Sauber (2018)

Leclerc membalap bersama tim Sauber di Formula Satu musim 2018.

Pada bulan Desember 2017, diumumkan bahwa Leclerc akan melakukan debut balapnya di Formula Satu untuk musim 2018 dengan menandatangani kontrak bersama tim Sauber yang sekaligus menandai penampilan pertama pembalap F1 asal Monako sejak Olivier Beretta pada tahun 1994.

Scuderia Ferrari (2019–sekarang)

Pada 11 September 2018, Scuderia Ferrari mengumumkan perekrutan Leclerc untuk musim 2019 untuk menggantikan Kimi Räikkönen yang pindah ke Sauber.

Awalnya Leclerc hanya diumumkan untuk 2019 sebelum beberapa hari kemudian kepala tim Ferrari saat itu Maurizio Arrivabene mengindikasikan bahwa kontrak Leclerc akan berlangsung selama empat musim dan berjalan "setidaknya sampai 2022".

Leclerc menjalani hari tes pertamanya sebagai pembalap resmi Ferrari pada 28 November 2018 di Abu Dhabi.

Dalam lomba pertamanya mengendarai mobil untuk Ferrari, ia memulai dan finis di posisi kelima di Australia.

Dalam lomba keduanya untuk Ferrari, ia lolos di posisi pole.

Data Diri:

Nama: Charles Leclerc

Instagram: @charles_leclerc

Lahir: 16 Oktober 1997  

Tempat Lahir: Monte Carlo, Monako

Karier dalam ajang Formula Satu:

Kebangsaan: Monako

Tim saat ini: Ferrari

Lomba pertama: Grand Prix Australia 2018

Lomba terakhir: Grand Prix Monaco 2019

Tinggi: 1,8 m

Nomor mobil: 16

Posisi pole: 1

Orang Tua: Pascale Leclerc

Hervé Leclerc

Sumber berita: https://www.bolasport.com/read/311923360/f1-brasil-2019-seri-balap-yang-memalukan-untuk-ferrari?page=all

Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved