Bank Indonesia

BI Sulsel Ajak SD dan SMP se-Kota Makassar Lomba Kumpulkan Uang Koin, Ini Mekanismenya

BI Sulsel Ajak SD dan SMP se-Kota Makassar Lomba Kumpulkan Uang Koin, Ini Mekanismenya

BI Sulsel Ajak SD dan SMP se-Kota Makassar Lomba Kumpulkan Uang Koin, Ini Mekanismenya
Muh Abdiwan/Tribun Timur
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Selatan menggelar media briefing, Rabu (20/11/2019). BI Sulsel membuat program Peduli Koin kepada siswa SD dan SMP se-Kota Makassar. (ABDIWAN) 

TRIBUN-TIMUR,COM, MAKASSAR - Tren penggunan uang koin oleh masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan terus menurun dari tahun ke tahun.

Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Selatan, sejak lima tahun terakhir, BI telah mengedarkan uang pecahan koin Rp 1.000 ke bawah sebanyak Rp 87,4 miliar.

Namun dalam periode yang sama, uang ya g kembali ke BI melalui perbankan dan masyarakat hanya Rp 893,3 juta atau 1,02 persen.

Untuk menggairahkan kembali penggunaan uang koin, KPw BI Sulsel menggencarkan Gerakan Peduli Koin untuk.mengajak masyarakat pedali uang koin rupiah sebagai alatpembayaran.

Kepala Grup Sistem Pembayaran Pengeloaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Bank Indonesia, Iwan Setiawan mengatakan Gerakan Peduli Koin berbentuk lomba dengan target pelajar di Kota Makassar.

Tujuannya untuk meninhkatkan nilai kompetisi, komitmen, kepedulian, dan sportifitas di kalangan pelajar.

"Gerakan Peduli Koin dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Dasar Diknas Kota Makassar, dengan jumlah sekolah yang mengikuti sebanyak 50 u tuk SD dan 62 SMP," ungkap Iwan Setiawan dalam konfrensi pers di kantornya, Rabu (20/11/2019).

Iwan memaparkan, adapun mekanisme lombanya yakni setiap sekolah mengumpulkan uang logam mulai tanggal 15 November, dan diserahkan paling lambat tanggal 25 November 2019 pukul 15.00 Wita, di KPw BI Sulsel untuk ditukarkan.

BI Sulsel kemudian akan menghitung jumlah uang koin yang terkumpul dari setiap peserta pada 25-28 Novber 2019, dan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah pada tanggal 29 November 2019.

Iwan menjelaskan, nantinya pemenang akan ditentukan dengan jumlah koin terbanyak berdasarkan keping, bukan jumlah uang tersebut.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved