Tribun Pangkep

7 Tahun Sekolah Perempuan di Pangkep, Warga 4 Desa Ini Sudah Bisa Baca Tulis Hingga Jadi Pembicara

7 Tahun Sekolah Perempuan di Pangkep, Masyarakat di 4 Desa Ini Sudah Bisa Baca Tulis Hingga Jadi Pembicara

7 Tahun Sekolah Perempuan di Pangkep, Warga 4 Desa Ini Sudah Bisa Baca Tulis Hingga Jadi Pembicara
Munjiyah Dirga/Tribun Timur
Para fasilitator Sekolah Perempuan di empat desa di Kabupaten Pangkep, Rabu (20/11/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Selama tujuh tahun Sekolah Perempuan di Kabupaten Pangkep telah berkiprah.

Selama tujuh tahun itu, pembelajaran baca tulis juga sudah diterapkan di empat desa yakni Desa Mattiro Bombang, Desa Mattiro Kanja, Desa Mattiro Uleng dan desa Mattiro Baji.

"Alhamdulillah di empat desa ini semuanya hampir sudah bisa baca tulis dan buta huruf sudah berkurang, setelah sebelumnya mereka semua ada yang tidak tahu membaca," kata Fasilitator Sekolah Perempuan, Haniawati kepada Tribun Timur, Rabu (20/11/2019).

Dari empat desa ini, jumlah Sekolah Perempuan sebanyak 490 orang.

"Butuh sepuluh hari dalam 1 pulau untuk mengajarkan baca tulis dan mengedukasi mereka. Bahkan ada yang kita ajari Bahasa Indonesia sampai fasih," ujarnya.

Hania mengungkapkan setelah tujuh tahun berkiprah di Pangkep program dari Yayasan Kajian Pengembangan Masyarakat (YKPM) juga memberi kesempatan kepada peserta Sekolah Perempuan menjadi pembicara hingga mendapatkan penghargaan.

"Peserta dari Sekolah Perempuan ini sudhah mendapatkan penghargaan yakni sebagai pelopor pencegahan pernikahan dini dari Kementerian, mereka juga ada yang jadi pembicara di forum SDGS atas nama Nurlina dan bertemu dengan presiden Jokowi," jelasnya.

Staf Advokasi Program Sekolah Perempuan, Sudirman menambahkan sejak 2013 lalu ada di Pangkep, Sekolah Perempuan sangat memberi dampak positif kepada masyarakat di empat desa tersebut.

"Mereka lebih mengenal kearifan lokal di pulaunya, sehingga saat menjadi pembicara, mereka lebih menguasai materi," tambahnya.

Sudirman mengaku, program ini kedepannya dapat terus berlanjut dan menjangkau desa-desa lainnya di wilayah kepulauan Pangkep.

"Harapan kami, agar semua desa-desa yang belum itu, kami bisa menjangkau dan mengedukasi mereka lewat Sekolah Perempuan," ungkapnya.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved