Kronologi Polisi Berzina dengan Istri Sesama Perwira Digerebek di Kamar Hotel,Ditemukan Barang Haram

Sungguh tak disangka, seharusnya polisi memberikan contoh kepada masyarakat. Perwira polisi justeru selingkuh bahkan Berzina dengan Istri sesama pol

Kronologi Polisi Berzina dengan Istri Sesama Perwira Digerebek di Kamar Hotel,Ditemukan Barang Haram
Tribunnews
Kronologi Polisi Berzina dengan Istri Sesama Perwira Digerebek di Kamar Hotel,Ditemukan Barang Haram (Ilustrasi) 

Hal itu guna diproses secara hukum dan memeriksa sejauh mana Bripka M dan anggota Bhayangkari itu melanggar hukum.

"Baik kita proses secara kode etik atau pidana umum.

Kita tunggu hasil pemeriksaan nantinya.

Intinya semua oknum polisi yang melakukan kesalahan tetap diproses secara hukum dan tidak kita tutupi," jelasnya.

Kapolres Andy, mengimbau kepada anggota Polres Pidie agar melakukan perbuatan yang baik.

Sebab, jika melakukan perbuatan melawan hukum, tentunya akan merugikan polisi itu sendiri.

"Tolong hindari perbuatan tidak baik untuk menjaga institusi polisi," ucapnya.

(TRIBUNTIMUR/RASNIGANI)

Isap Sabu sebelum Masuk ke Hotel

Barang bukti narkotika jenis sabu-sabu beserta alat bong diamankan dari tersangka pengedar dan pengguna narkotika di Nganjuk.
Ilustrasi (surya.co.id/ahamd amru muiz)

Sat Resnarkoba Polres Pidie berhasil mengungkapkan asal sabu-sabu yang dikonsumsi Bripka M, yang diciduk berduaan di hotel bersama selingkuhannya yang juga isteri polisi di Pidie.

Sabu tersebut ternyata dibeli Bripka M dari seorang pria dengan panggilan Bulek, warga Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya.

Sabu tersebut diisap Bripka M di dalam mobil.

Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya barang-bukti (BB) satu paket kecil sabu bekas pakai, pipet, air mineral, sumbu, dan korek api di dalam mobil tersebut.

"Bripka M mengonsumsi sabu sendirian di dalam mobil, sebelum masuk ke hotel," kata Kapolres Pidie, AKBP Andi NS Siregar SIK, melalui Kasat Narakoba, Iptu Yusra Aprillia, kepada Serambinews.com (grup Surya.co.id), Kamis (14/11/2019).

Ia menyebutkan, plat nomor polisi (Nopol) BK 1915 UQ yang dipasang Bripka M di mobil jenis Datsun miliknya itu juga merupakan pelat palsu.

Artinya, selain berselingkuh dengan istri orang dan memakai narkoba, Bripka M juga melakukan kejahatan pemalsuan pelat nomor polisi.

Namun untuk saat ini, oknum polisi itu baru dibidik dengan pasal 112 ayat (1) Jo 127 ayat (1) Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Sedangkan kasus disiplin dan perjinahan masih dalam tahap proses.

Rayuan maut perwira polisi di Surabaya

Korban rayuan perwira polisi Surabaya menunjukkan surat laporan (kiri). Bukti perselingkuhan (kanan).
Korban rayuan perwira polisi Surabaya menunjukkan surat laporan (kiri). Bukti perselingkuhan (kanan). (surya.co.id/firman rachmanudin)

Video kronologi kejadian kasus oknum perwira polisi di Surabaya, Ipda GT, yang dengan rayuan mautnya bisa meniduri dua istri orang ada di artikel ini.

Ipda GT adalah perwira polisi yang berdinas di Polrestabes Surabaya.

Pihak Polrestabes Surabaya berjanji mengusut kasus ini dan Ipda GT terancam hukuman berat jika terbukti merusak rumah tangga orang lain.

Dua orang wanita bersuami yakni berinisial SH (39 dan SK (48) diduga menjadi korban rayuan maut oknum perwira polisi berisnial Ipda GT.

Bahkan, saat ini hubungan rumah tangganya berada di ujung tanduk akibat hubungan cinta terlarang dengan Ipda GT.

Seorang wanita berinisial SK bahkan mengaku telah diporoti oleh kekasih gelapnya tersebut.

Sk menceritakan awal mula hubungannya dengan Ipda GT terjalin.

Wanita yang terlah memiliki anak dan suami ini mengaku mengenal Ipda GT pada tahun 2003.

Menurutnya, perkenalan itu berlanjut saat keduanya kembali bertemu pada tahun 2018 sekitar bulan Oktober.

"Saat itu saya dan suami ada masalah, kemudian ketemu lagi sama Ipda GT ini.

Dari situlah kami akhirnya berhubungan," tutur SK kepada Surya.co.id .

Sejak saat itu, komunikasi berjalan cukup intens antara Ipda GT dan SK yang telah bersuami ini.

Rayuan maut yang dilontarkan Ipda GT meluluhkan hati SK saat itu.

Bahkan, SK menurut ketika diajak bercinta layaknya suami istri oleh Ipda GT di sebuah hotel di kawasan Surabaya.

"Saya diajak ke hotel awalnya takut.

Apa gak ada yang tahu, tapi dia bilang aman karena hotelnya ada garasi langsung masuk.

Tiga kali itu mas di sana," tambahnya.

SK melanjutkan, sejak saat itu ia diminta Ipda GT untuk tinggal bersama di Graha Aparna.

"Selama ini sebelum kenal sama istrinya Pak W (SH,red) itu pulangnya ke saya.

Kok tiba-tiba saya curiga mulai berubah sekitar pertengahan tahun 2019 ini.

Saya ikuti terus," tambahnya.

Setelah sempat mengintai beberapa bulan, SK menemukanIpda GT bersama perempuan lain yakni SH wanita yang juga telah bersuami.

"Saya sudah habis banyak.

Yang di nota aja Rp 12 juta, belum lain-lain,"terangnya.

SK mengaku, Ipda GT berjanji akan menikahinya setelah ia cerai dengan suami sahnya yang kini ada di tahanan Mapolsek Tenggilis Surabaya.

"Saya sekarang proses cerai, lha kok dia malah hilang.

Keluarga saya sudah tidak mau menerima saya, bahkan anak saya sudah tidak mau ketemu saya setahun ini.

Saya baru sadar kalau selama ini saya salah ngikuti dia," lanjut SK.

Karena merasa dikhianati, SK sempat mendatangi Polsek Sukolilo Surabaya untuk menemui Ipda GT.

Namun, bukannya mendapat perlakuan baik, SK malah ditendang dan dipermalukan di depan umum.

"Saya ke sana, saya ditendang, ditarik sampai jilbab saya lepas, saya dibilang orang gila.

Terus dia panggil temannya maksa saya masuk ke Polsek," beber SK.

Karena tak ada itikad baik, SK akhirnya melaporkan Ipda GT ke propam Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan STPL/7/X/2019/Provost.

Tak hanya itu, Ipda GT juga dilaporkan ke Polda Jatim.

Ipda GT juga dikabarkan telah merusak rumah tangga yang dibina oleh W (40) dengan istrinya SH (39) warga Keputih Surabaya.

Kepada Surya.co.id, W suami dari SH yang diduga berselingkuh dengan Ipda GT meyakinkan diri untuk bercerita perihal masalah rumah tangganya usai menyimpan buki chat dan foto mesra SH dan Ipda GT di sebuah hotel.

"Saya rampas handpone istri saya, di situ ternyata banyak chat dengan Ipda GT.

Di HP namanya komandan.

Mulai chat mesra hingga menjurus ke hal yang tak senonoh," beber W saat ditemui Surya.co.id, Rabu (13/11/2019) malam.

Awal mula kecurigaan W ketika sang istri berubah.

SH yang sehari-hari berjualan ayam geprek di wilayah Manyar Surabaya kerap pulang malam.

"Suatu saat saya buntuti, dia pulang dibonceng temannya, terus kok lewat jalan MERR, tiba-tiba berhenti di depan Kampus C Unair.

Istri saya turun di situ, kemudian ditinggal sama temannya, gak lama datang Ipda GT, pas istri saya naik motornya langsung saya samperin.

Ngakunya mau latihan Pramuka.

Tapi kok malam-malam itu jam 19.00 WIB.

Saya bertengkar, saya suruh istri saya pulang," kata W sambil terlihat emosional.

Setelah pertemuan itu, hubungan W dan SH tak lagi harmonis.

Bahkan, sang istri menggugat cerai dirinya.

"Saya ini sabar. Karena saya curiga saya ambil handpone istri saya.

Terus saya lihat chatnya sama Ipda GT dengan nama "komandan" di handpone, ternyata ada foto-foto di hotel sekitar bulan Agustusan," tambahnya.

Informasi menyebut, Ipda GT permah menjabat di fungsi Binmas Polsek Sukolilo Surabaya.

Saat ini Ipda GT berdinas di Dalmas Sat Sabhara Polrestabes Surabaya.

"Karena Binmas itu kan ada kegiatan masyarakat.

Kenalnya sama istri saya lewat situ," lanjut pria yang bekerja sebagai sopir ini.

W terpaksa harus merelakan rumah tangga yang sudah 20 tahun dibina dengan SH rusak.

Saat ini kedua pasangan suami istri tersebut belum cerai secara hukum.

"Anak saya dua. Saya masih proses cerai baru-baru ini.

Belum sah secara hukum," terang W.

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus H Simarmata mengatakan, pihaknya tidak akan mentolelir tindakan oknum anggotanya yang bermasalah dengan kode etik maupun tindak pidana umum.

Bahkan, ia menegaskan akan memproses anggotanya tersebut dengan dengan hukuman berat.

"Yang bersangkutan akan kami proses dan beri hukuman berat," singkatnya.

Foto dari handpone SH, istri W yang memperlihatkan seorang pria diduga perwira Polrestabes Surabaya Ipda GT di dalam kamar sebuah hotel. (Foto kanan) buku nikah W dan SH.
Foto dari handpone SH, istri W yang memperlihatkan seorang pria diduga perwira Polrestabes Surabaya Ipda GT di dalam kamar sebuah hotel. (Foto kanan) buku nikah W dan SH. (SURYA.co.id/FIRMAN Rachmanudin)

Diproses di Polrestabes Surabaya

Kapolsek Sukolilo, Kompol Bunari, membenarkan Ipda GT pernah menjadi anggota PS Kanit Binmas Polsek Sukolilo Surabaya.

"Iya benar, yang bersangkutan PS Kanit Binmas," kata Bunari saat dihubungi Surya.co.id pada Kamis (14/11/2019).

Bunari menceritakan tindakan Ipda GT terhadap SK sudah selesai. Ganjarannya, Ipda GT dibawa ke Mapolrestabes Surabaya dalam rangka pembinaan.

"Dulu memang pernah didatangi sama perempuan. Di depan Polsek sambil marah-marah. Itu sudah di Polrestabes sekarang mas. Provos," beber Bunari. (*)

Skandal Brigpol Dewi Panas, Terungkap Posisi Terkini Kompol Fiktif Pacar Dewi, Nama Asli & Umur

Pemecatan Brigpol Dewi, Polwan Makassar bikin geger masyarakat.

Dirinya dipecat karena telah mempermalukanas institusi kepolisian, terlibat penyebaran foto dan video porno.

Diberitakan tribun-timur.com sebelumnya, Brigpol Dewi dipecat secara tidak hormat karena terbukti mengirimkan video dan foto ke pacarnya yang diketahu seorang narapidana. 

Apa boleh dikata, sang pacar yang tadinya ngaku sebagai Kompol tenyata fiktif belaka. 

Belakangan terungkap sosok Kompol fiktif, narapidana yang tipu dan perdayai Brigpol Dewi.

Kini, Kompol fiktif sedang mendekam di Lapas Way Gelang.

 

Pihak Lapas Klas IIB Way Gelang, di Kecamatan Kota Agung Barat, Tanggamus, Lampung membenarkan warga binaannya yang menjadi pelaku dan pemicu kasus pornografi terhadap seorang polwan di Makassar, Sulawesi Selatan, Brigpol Dewi.

Napi tersebut bernama M Alfiansyah bin Saum (23).

Usianya ternyata masih muda dan tentu lebih muda dibading Brigpol Dewi.

Dia merupakan warga Gisting, Tanggamus, Lampung.

Baca: Keberadaan Video Panas 11 Menit Brigpol Dewi dan Begini Peran Sang Suami

Baca: Astaga! Brigpol Dewi Ternyata Tak Hanya Kirim Foto dan Video Panas, Ada Juga yang Lain

Sesuai KUHP pasal 170, ia divonis dengan masa hukuman selama 8 tahun empat bulan, dengan masa ekspirasi pada 16 Januari 2022.

Menurut Kepala Lapas Klas IIB Way Gelang, Sohibur Rachman, kasus tersebut sudah terjadi sejak awal November 2018 lalu.

 

Saat itu ada surat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM yang minta peran pihak Lapas Way Gelang untuk menyelidiki kasus penipuan.

Kemudian pada 12 November 2018, tim dari Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan datang untuk menjemput warga binaan yang bersangkutan.

Hal itu dikuatkan dengan dokumen dan hasil koordinasi dengan pusat untuk penyelidikan.

"Karena locus perkara ada di sana, maka kami serahkan warga binaan tersebut untuk penyelidikan di sana, didukung dengan surat-surat yang lengkap dari polda. Maka sejak 12 November 2018 warga binaan tersebut sudah tidak ada lagi di Lapas Way Gelang," ujar Sohibur Rachman, Jumat (4/1/2019).

 

Dari hasil penyelidikan singkat yang dilakukan sebelum dibawa ke Makassar, M Alfiansyah bin Saum 'bermain' sendiri.

Dia bukan anggota komplotan penipuan seperti yang beberapa waktu pernah diungkap.

"Warga binaan itu dapatkan ponsel hasil warisan dari warga binaan yang sudah bebas sebelumnya. Dan saya belum ada di sini. Sebab kami jaga ketat barang bawaan yang dibawa besuk anggota keluarga," ujar  Sohibur Rachman.

Didampingi Polda Lampung

Polda Lampung pernah mendampingi Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengecek seorang narapidana di Lampung yang diduga terlibat dalam kasus asusila dengan Brigpol Dewi.

"Itu kasus sudah lama. Kalau tidak salah, tiga sampai empat bulan lalu. Memang kita pernah mendampingi anggota dari Makassar untuk cek ke lapas. Cuma saya lupa di lapas mana," kata Kasubdit II Tindak Pidana Perbankan dan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung, Kompol I Ketut Suryanaetut, Jumat (4/1/2019).

Kompol I Ketut Suryanaetut menambahkan, Polda Lampung saat itu hanya mendampingi personel Polrestabes Makassar.

"Kita saat itu hanya backup. Kita bantu dua personel dengan mobil saja. Kalau saya berikan keterangan, saya takut salah. Karena kami hanya backup. Soal kasusnya, silakan cek ke sana (Polrestabes Makassar)," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Lampung Timur ini.

Sementara Kalapas Rajabasa, Sujonggo mengatakan, napi yang diduga tersangkut kasus foto dan video "panas" tersebut ditahan di Lapas Kota Agung.

"Itu kan kasus sudah lama. Info yang saya dapat, itu napi lapas di Kota Agung," ujarnya.

TERUNGKAP Suami Brigpol Dewi Bukan Orang Sembarang, Kok Dewi Masih Berani Kirim Foto Panas ke Pacar

Satu lagi kasus memalukan yang mencoreng citra kepolisian Indonesia.

Polisi wanita ( Polwan) cantik, Brigpol Dewi dipecat karena mengirim foto dan video panas ke narapidana. 

Pemecatan dilakukan pihak kepolisian karena Brigpol Dewi terbukti mencoreng nama institusi usai foto dan videonya panasnya tersebar luas ke media sosial. 

Polwan bernama Brigpol Dewi yang sebelumnya berdinas pada Sabhara (Satuan Samapta Bhayangkara) mengirim foto selfie setengah tanpa busana kepada seorang "Kompol" atau "Komisaris Polisi" di Lampung, provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera.

Walau dirinya seorang polisi, namun Brigpol Dewi dengan mudah terbujuk rayu orang lain yang tak dikenalknya secara pasti.

"Kompol" di Lampung tersebut awalnya dikenal melalui media sosial Facebook, lalu dijadikan sebagai kekasih.

Brigpol Dewi percaya pada lelaki yang menjalin hubungan jarak jauh (LDR) dengan dirinya itu karena pangkatnya lebih tinggi.

 

Sang "Kompol" juga memasang foto profil pria berseragam dinas sebagai foto profil akun Facebooknya yang ternyata foto orang lain.

Apesnya, sang "Kompol" hanyalah seorang narapidana di Lampung, bukan perwira menengah polisi seperti yang ada dalam benak Brigpol Dewi.

Kepastian jika sang "Kompol" adalah narapidana didapatkan setelah polisi melakukan check and recheck di Lampung.

Sang "Kompol" ternyata sedang menghuni lembaga pemasyarakatan karena kasus pembunuhan.

Tak hanya sampai di situ, sang "Kompol" fiktif juga mencelakakan Brigpol Dewi dengan cara menyebar foto setengah tanpa busana tersebut kepada publik melalui media sosial hingga sampai ke tangan Provost Polrestabes Makassar.

Usai foto asusilnya menyebar, Brigpol Dewi yang sempat dimabuk asmara harus menanggung malu.

 

Tindakan Brigpol Dewi masuk dalam pelanggaran disiplin dan kode etik Polri kategori berat.

"Ya, dia lakukan kegiatan-kegiatan yang asusila," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo di Mapolrestabes Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/1/2019).

Setelah melalui serangkaian sidang disiplin, diputuskan sanksi dijatuhkan kepada Brigpol Dewi adalah pemecatan.

Kasus foto asusila Brigpol Dewi sebenarnya sudah lama diproses Provost Polrestabes Makassar, namun pemecatannya baru diupacarakan di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (2/1/2019).

Pada upacara pemberhentian dengan tidak hormat tersebut, Brigpol Dewi tak hadir (in absensia).

Namun, foto close-up dia dengan background (latar belakang) warna kuning dipajang di tribun Lapangan Karebosi.

 

Hadir, Kapolrestabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo dan Kabid Profesi Pengamanan Polda Sulsel, Kombes CF Hotman Sirait. 

"Intinya ini yang bersangkutan kita proses sidang karena langgar kode etik," ujar Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo.

 

Lanjut, kata Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, di luar kasus asusila tersebut, sebenarnya Brigpol Dewi diketahui rajin menjalankan tugas atau berkantor.

Namun, tindakan asusilnya tak dapat ditolerir.

Pada upacara, Rabu kemarin, selain Brigpol Dewi, seorang polisi lainnya juga dipecarat, yakni AKP JNW.

AKP Janwar melakukan pelanggaran desersi.

Punya Suami di Polrestabes

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Hotman Sirait yang dikonfirmasi, Kamis (3/1/2019), membenarkan pemecatan dua anggota Polri tersebut.

Dia menjelaskan, terkait kasus asusila Brigpol Dewi, yang bersangkutan kerap berkomunikasi dengan seorang narapidana yang ditahan di Lapas Lampung.

Lebih lanjut, Kombes Hotman Sirait mengatakan, ironisnya, Brigpol Dewi memiliki suami yang juga bertugas di Polrestabes Makassar.

Namun, dia kedapatan melakukan perbuatan asusila dengan narapidana yang ditahan di Lapas Lampung.

Dia juga mengirimkan fotonya nyaris tanpa busana kepada narapidana itu.

 

Selain terkait kasus foto dan video panas, Brigpol Dewi juga kedapatan berselingkuh dengan polisi di jajaran Polda Sulsel.

Kasus ini pun menambah catatan burukBrigpol Dewi sehingga sidang kode etik kepolisian memutuskan pemecatan.

“Ini kasus tahun 2018 lalu dan sudah diputuskan dalam sidang kode etik kepolisian di Polrestabes Makassar," ujar Hotman yang merupakan mantan Wakil Kepala Polrestabes Makassar ini.

Menurut Hotman, Kombes Hotman Sirait sempat mengajukan banding atas putusan pemecatan itu ke Polda Sulsel, namun ditolak sehingga keluarlah SK pemecatan.

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved