Target Swasembada Pangan, Ini 4 Program Kerja Prioritas Dinas Pertanian Mamasa
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Mamasa, Mambu ketika diwawancara usai mengikuti rapat penyusunan porgam penyuluhan, Jumat (15/11/2019)
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Ansar
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Program strategis Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tahun 2020, masih bagian dari lanjutan program tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Mamasa, Mambu ketika diwawancara usai mengikuti rapat penyusunan porgam penyuluhan, Jumat (15/11/2019) siang tadi .
Mambu mengatakan, program strategis pemerintah daetah, sesuai arah kebijakan nasional, yakni mewujudkan kedaulatan pangan.
• Liga 3 Zona Sulawesi, Perspin Pinrang Bakal Berhadapan Pestu Ampana Sulteng
• Beda dengan BCL Rajin ke Masjid Ternyata Ayu Ting Ting Orangnya Gini Kata Tetangga Denny Cagur Ramah
Kedaulatan pangan menurut Mambu, dituangkan dalam tiga faktor utama yang meliputi kebutuhan hasil produksi dalam negeri, pengaturan sistem pangan dan peningkatan pendapatan petani.
Menyinkronkan hal itu, dinas pertanian kata Mambu menjabarkan dalam progran pembangunan pertanian kabupaten dengan 4 program prioritas strategis.
Adapun 4 program priotitas yaitu:
Swasembada pangan
Swasembada pangan kata Mambu, diwujudkan melalui peningkatan produksi padi dan jagung.
Kondisi saat ini kata Mambu, Mamasa sudah berada pada swasembada beras, terbukti produksi padi di Mamasa bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.
Sementara jagung, juga sudah mulai meningkat tahun ini.
Diharapkan hal itu dapat ditingkatkan lagi pada program tahun anggaran 2020.
• Liga 3 Zona Sulawesi, Perspin Pinrang Bakal Berhadapan Pestu Ampana Sulteng
• Beda dengan BCL Rajin ke Masjid Ternyata Ayu Ting Ting Orangnya Gini Kata Tetangga Denny Cagur Ramah
Produsen Kopi Handal
Melalui progran ini, Mambu optimis dapat mengembalikan kejayaan Mamasa sebagai penghasil kopi yang handal.
"Tahun depan kita upayakan Mamasa bisa jadi kabupaten kopi," kata Mambu.
Hla itu, akan diwujudkan dalam pemberian bantuan bibit kopi.
Program mandiri sayur
Hal ini dianggap sebagai tantangan hingga saat ini kata Mambu.
Pasalnya, produksi sayur yang dikonsumsi masyarakat kebanyakan dari luar daerah.
Melalui program ini, pemerintah akan mewujudkan masyarakat mandiri sayur.
Sehingga tidak ada lagi pedagang sayur yang masuk ke Mamasa, jika produski sayur dalam daerah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Mambu, dengan kondisi saat ini, hampir minimal 60 milliar rupiah uang masyarakat pertahun yang di bawah ke luar oleh pedagang sayur.
Pengembangan peternakan
"Kita akan meningkatkan pengebangan peternakan yang potensial, misalnya kerbau, babi, sapi dan ayam petelur.
Laporan wartawan @sammy_rexta
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kepala-dinas-pertanian-mamasa-mambu-ketika-diwawancara.jpg)