VIDEO: Kementan Ajak Canangkan Koperasi Petani Berbasis Korporasi di Munas Dekopin

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian Prof Dedi Nursyamsi, memberi materi presentase terkait p

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kementerian Pertanian (Kementan) ikut berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), di Hotel Claro, Selasa (12/11/2019).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian Prof Dedi Nursyamsi, memberi materi presentase terkait pertanian kepada peserta munas.

Tanggapi Nota Keuangan, Fraksi NasDem Soroti Silpa APBD Pemprov Sulsel Tembus Rp 323 M

Deretan Artis dan Tokoh Ini Punya Kenangan dengan Djaduk Ferianto, Soimah Unggah di Ngayogjazz 2019

Prof Dedi memaparkan beberapa hal terkait perkembangan pertanian di Indonesia, salah satunya terkait modernisasi pertanian yang sedang digalakkan Kementan.

Menurut Dedi, pertanian saat ini sedang bertransformasi dari tradisional ke modern, bahkan terus menuju ke pertanian di era industri 4.0.

Kementerian Pertanian (Kementan) ikut berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), di Hotel Claro, Selasa (12/11/2019).
Kementerian Pertanian (Kementan) ikut berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), di Hotel Claro, Selasa (12/11/2019). (fahrizal syam/tribun-timur.com)

Darije Kalezic Pasrah Lakoni Jadwal Mepet, Termasuk Lawan Persebaya

Paman Penyembelih Ponakan di Gowa Diperiksa Kejiwaannya

Selain itu, kata Dedi, petani juga harus bertransformasi dari pebisnis menjadi kewirausahaan.

Pada acara itu, sejumlah peserta Munas Dekopin yang sebagian bekerja sebagai petani di daerahnya, mempertanyakan persoalan harga komoditas yang dinilai rendah dan merugikan petani.

50 Alumni Polinas LP3i Tamalanrea Makassar Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Skema Retail 2019

Namun, Prof Dedi menyebut Harga Pokok Penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah saat ini sudah sesuai, tak bisa dinaikkan terlalu tinggi demi mencegah masuknya komoditas pertanian dari luar dengan harga lebih murah. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
 
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved