Pecinta Vape Siap-siap, Pemerintah Bakal Larang Vape dan Rokok Elektrik, Ini Alasannya, Kamu Pakai?

Pecinta Vape Siap-siap, Pemerintah Bakal Larang Vape dan Rokok Elektrik, Ini Alasannya, Kamu Pakai?

Pecinta Vape Siap-siap, Pemerintah Bakal Larang Vape dan Rokok Elektrik, Ini Alasannya, Kamu Pakai?
Sanovra JR/Tribun Timur
Pengguna vapor menghembuskan asap dari mulutnya pada kegiatan Makassar Internasional Vape Expo (MIVEX) 2017 di Parkir Utara Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (13/8). Event ini merupakan acara vape internasional pertama yang diadakan oleh komunitas Makassar Vape Lovers (MVL) 

Pecinta Vape Siap-siap, Pemerintah Bakal Larang Vape dan Rokok Elektrik, Ini Alasannya, Kamu Pakai?

TRIBUN-TIMUR.COM - Anda penyuka dan pemakai vape atau rokok elektrik?

Atau Anda mencoba berhenti meroko deengan beralih ke vape?

Pelaku industri rokok elektrik nampaknya harus sedikit menghela napas. Pasalnya, pemerintah dikabarkan akan melarang peredaran rokok elektrik atau electronic nicotine delivery system (ENDS).

Caranya dengan merivisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Tembakau  bagi Kesehatan ataupun dalam bentuk peraturan lainnya.

Pertimbangannya, penggunaan rokok elektrik diduga memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan. Terlebih, terdapat dugaan kuat bahwa terjadi peningkatan penggunaan rokok elektrik oleh anak berusia 10-18 tahun dari yang semula 1,2% menjadi 10,9% dalam dua tahun terakhir. 

Lalu, bagaimana sebenarnya risiko kesehatan yang timbul akibat pemakaian rokok elektrik dari tinjauan ilmiah? Beberapa kajian ilmiah sebenarnya menyebutkan bahwa rokok elektrik memiliki kadar bahaya yang berbeda bagi kesehatan.

Lembaga Kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan Inggris, Public Health England (PHE) misalnya, dalam Evidence Review of Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 menyebutkan bahwa rokok elektrik setidaknya 95% lebih tidak berbahaya dari rokok konvensional.

Alasannya, rokok elektrik diyakini menghasilkan paparan partikel dan senyawa berbahaya serta partikel dan senyawa berpotensi berbahaya yang lebih rendah kepada pengguna dan orang sekitarnya apabila dibandingkan dengan rokok konvensional.

Pengguna vapor menghembuskan asap dari mulutnya pada kegiatan Makassar Internasional Vape Expo (MIVEX) 2017 di Parkir Utara Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (13/8). Event ini merupakan acara vape internasional pertama yang diadakan oleh komunitas Makassar Vape Lovers (MVL)
Pengguna vapor menghembuskan asap dari mulutnya pada kegiatan Makassar Internasional Vape Expo (MIVEX) 2017 di Parkir Utara Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (13/8). Event ini merupakan acara vape internasional pertama yang diadakan oleh komunitas Makassar Vape Lovers (MVL) (Sanovra JR/Tribun Timur)

Senada, French Federation of Addictology dalam Reducing Risks and Harm Associated with Addictive Behaviours (April 2016) menyebutkan bahwa penggunaan rokok elektrik relatif dapat mengurangi risiko racun yang dihasilkan dari rokok konvensional lantaran tidak melibatkan proses pembakaran nikotin.

Halaman
1234
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved