Sengketa Lahan di Gowa Berujung Maut

Pelaku Pembunuhan Sadis di Biringbulu Gowa Menyerahkan Diri

Pelaku Pembunuhan Sadis di Biringbulu Gowa Menyerahkan Diri. Pelaku telah diamankan oleh petugas.

Pelaku Pembunuhan Sadis di Biringbulu Gowa Menyerahkan Diri
facebook
Tangkapan layar korban pembunuhan di Desa Taring, Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa. (Foto beredar di media sosial Facebook) 

"Dia pukul saya duluan bagian belakang jadi saya langsung cabut badik dan menikamnya," jelas pria 50 tahun itu.

Akibat tikaman tersebut menunjukkan tiga luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan membuatnya meninggal dunia.

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan awalnya korban dan pelaku sama-sama minum minuman keras jenis Ballo

Usai minum Ballo, keduanya terlibat cekcok dan berkelahi kemudian Karim (50) menikam Jufri dengan badik.

"Berdasarkan keterangan pelaku bahwa awal mulanya korban dengan pelaku masih bersama sama minum ballo," kata AKP Syahrul.

"Kemudian dilokasi terjadi selisih paham akhirnya berujung konflik, akibat kejadian tersebut korban dianiaya hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas," tuturnya.

Mantan Kapolsek Tamalatea itu menjelaskan antara korban dan pelaku masih hubungan keluarga.

 Diundang Deddy Corbuzier, Lola Zieta Akui Dirinya Panseksual, Apa itu? Ini Bedanya Biseksual

 Kenali Tanda Mertua Benci Menantu dan Cara Mengatasi, Termasuk Pura-pura Akrab

 Minggu Ini Bupati Mamasa Serahkan Status Jalan Tabone-Nosu-Pana ke Provinsi

"Korban ditemukan dalam keadaan terbaring dan bersimbah darah di bawah got tepatnya di depan rumah Irma.

Kemudian korban langsung di larikan ke Puskesmas Bululoe, untuk mendapat pertolongan namum dalam perjalanan korban meninggal dunia," tuturnya

"Korban di bawah ke rumah sakit umum Lanto Dg Pasewang Jeneponto untuk di lakukan pemeriksaan Visum Et revertum,"pungkasnya

Lanjut Syahrul motif dari kejadian ini masih didalami namun diduga dipicu kesalah pahaman. 

Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara

Pelaku pembunuhan yakni Karim (50) diancam hukuman 15 tahun penjara.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman saat dikonfirmasi wartawan Tribun, Kamis (7/11/2019) malam.

"Terduga pelaki dikenai Pasal 338 kuhp dengan amcaman hukuman 15 tahun penjaran," kata Boby.

 Lifter Sulsel Pecahkan 3 Rekor Asia, Nukhrawi: Perlu Perhatian Pemprov

Diketahui Karim (30) berhasil ditangkap tim Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto yang dipimpin Aipda Abd Rasyad usai menikam menantunya sendiri hingga tewas

Peristiwa, pembunuhan sadis itu terjadi sekitar 7 kilometer dari kota Jeneponto (Bontosunggu) tepatnya di Dusun Parang-parang, Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Kamis (7/11/2019) dini hari.

 Beli Mobil Dapat Alphard di Sale Kalla Toyota, 4 Hari di MaRI

Jufri (30) tewas dalam perjalanan ke Puskesmas usai ditikam Karim (50) yang tak lain mertua sendiri.

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan awalnya korban dan pelaku sama-sama minum minuman keras jenis Ballo.

 Yuk Berburu Pernak-pernik di Makassar Expo 2019, Ini Lokasinya

Usai minum Ballo, keduanya terlibat cekcok dan berkelahi kemudian Karim (50) menikam Jufri dengan badik.

"Berdasarkan keterangan pelaku bahwa awal mulanya korban dengan pelaku masih bersama sama minum ballo," kata AKP Syahrul.

 Hanura Mulai Buka Penjaringan Pilkada 2020 di Sulsel

"Kemudian dilokasi terjadi selisih paham akhirnya berujung konflik, akibat kejadian tersebut korban dianiaya hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas," tuturnya.

Mantan Kapolsek Tamalatea itu menjelaskan antara korban dan pelaku masih hubungan keluarga.

 Kasus Pencurian di Depan Kantornya Belum Terungkap, Polsek Bantimurung Maros Payah

"Korban ditemukan dalam keadaan terbaring dan bersimbah darah di bawah got tepatnya di depan rumah Irma yang kemudian korban langsung di larikan ke Puskesmas Bululoe, untuk mendapat pertolongan namum dalam perjalanan korban meninggal dunia," pungkasnya

"Korban di bawah ke rumah sakit umum Lanto Dg Pasewang Jeneponto untuk di lakukan pemeriksaan Visum Et revertum," jelasnya

 Dukung Film Lokal Direktur Eksekutif BPPD Sulsel Harap Bioskop Menyeluruh

Hasil visum menunjukkan tiga luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan membuatnya meninggal dunia.

Lanjut Syahrul motif dari kejadian ini masih didalami namun diduga dipicu kesalah pahaman.

 Sudah Hampir 24 Jam Penumpang Sriwijaya Air Tujuan Manokwari Terlantar di Bandara Hasanuddin

 

 

 

Tikam Menantu Hingga Tewas, Rumah Karim di Mangepong Jeneponto Dirusak Keluarga Korban

Hanya gara-gara cekcok saat menenggak miras tradisional jenis ballo, Karim (50) tikam menantunya, Jufri (30) hingga tewas.

Keluarga Jufri yang tak terima lantas melampiaskan amarahnya kerumah pelaku yang masih bertetangga dengan korban di Dusun Parang-parang, Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Sulsel.

 Warga Mambi Mamasa Dambahkan Jaringan Telepon Selular dan Internet

Atau sekitar tujuh kilometer dari kantor bupati Jeneponto di Kecamatan Binamu.

Menurut salah seorang warga Firman, tangga rumah pelaku yang terbuat dari kayu dicopot masyarakat.

Bahkan ada masyarakat yang kesal melempari batu rumah pria 50 tahun itu.

 Dapat Bagian Sedikit Hasil Panen Kopi, Anak Bunuh Ayahnya Mayat Dicor di Bawah Musalah, Istri Ikut

"Rumahnya sekarang tak ada orang tinggal, tidak ditahu semua kemana, tapi menurut informasi isteri pelaku menumpang di rumah keluarganya," kata warga Desa Mangepong itu.

"Rumah pelaku jadi sasaran kekecewaan masyarakat, saya lihat diatas barang pecah belah itu berantakan, kaca jendela rusak dan tangganya dicopot," pungkasnya.

 3 Hari Lagi Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka di sscasn.bkn.go.id, BKN Bocorkan ini Kisi-kisi Soal SKD

Kini pelaku penikaman Karim (50) telah ditangkap dan ditahan di Mapolres Jeneponto Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu, Jeneponto.

Pria yang memiliki tato sekujur tubuh itu mengaku tak pernah memiliki masalah sebelumnya dengan korban.

Bahkan sebelum kejadian pelaku dan korban sempat duduk bareng minum Ballo yang berakhir penikaman yang membuat Jufri tewas.

 Pemkab Bone Rencana Aplikasikan Smart City Tahun 2020

"Tidak ada masalahku selain itu malam saat minum ballo," katanya, Kamis (7/11/2019) siang.

"Dia pukul saya duluan bagian belakang kepala jadi saya langsung cabut badik dan menikamnya," jelas pria 50 tahun itu.

Diketahui, Jufri meninggalkan seorang isteri dan seorang anak perempuan masih berumur sekitar 3 tahun.

 Tewas Ditikam Mertua Sendiri di Jeneponto, Jufri Tinggalkan Seorang Anak dan Isteri

Usai di visum di RSUD Lanto Dg Pasewang, jenazah pria 30 tahun itu dimakamkan di Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Jeneponto.

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan awalnya korban dan pelaku sama-sama minum minuman keras jenis Ballo

Usai minum Ballo, keduanya terlibat cekcok dan berkelahi kemudian Karim (50) menikam Jufri dengan senjata tajam jenis badik.

 Kenapa? Hotman Paris Berhenti Jadi Pengacara Setelah 36 Tahun, Andalkan Penghasilan Ini di Masa Tua

"Berdasarkan keterangan pelaku bahwa awal mulanya korban dengan pelaku masih bersama sama minum ballo," kata AKP Syahrul.

"Kemudian di lokasi terjadi selisih paham akhirnya berujung konflik, akibat kejadian tersebut korban dianiaya hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas," tuturnya.

 Pengusaha Parepare Gugat Ayah, Begini Penilaian Eks Karyawannya Mukti Rahim

Tewas Ditikam Mertua Sendiri di Jeneponto, Jufri Tinggalkan Seorang Anak dan Isteri

steri pelaku pembunuhan seakan tak terima orang yang disayangnya tewas ditangan orang tuanya sendiri.

Ratih isteri Jufri hanya terus menangis mengetahui sang suami tewas ditikam usai minum miras tradisional jenis ballo.

 Pengusaha Parepare Gugat Ayah, Begini Penilaian Eks Karyawannya Mukti Rahim

 5 Fakta Prinsa Shafira Mundur dari Indonesian Idol, Netizen Sebut Sakit Settingan Agar Ratting Naik

 KRONOLOGI Driver GoJek Nangis, Orderan Rp 200 Ribu Dibatalkan Pelanggan, Kisah Sedih di Baliknya

 Gubernur Sulsel Ikut Nonton Film Ati Raja di TSM Makassar

 Nyambi Jual Sabu, Siswa SMA di Palopo Diringkus Polisi

Jufri (30) tewas usai ditikam menantunya bernama Karim (50) usai minum miras tradisional jenis Ballo bareng, Kamis (7/11/2019) dini hari tadi.

Akibat tikaman tiga luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan membuatnya meninggal dunia.

"Bura'nengku kareng (suamiku Tuhan)," tangis Ratih.

Ibu satu orang anak itu tak habis pikir sang suami tewas dengan cara mengenaskan.

Diketahui, Jufri meninggalkan seorang isteri dan seorang anak perempuan yang masih berumur sekitar 3 tahun.

Pria 30 tahun itu dimakamkan di Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Jeneponto usai dilakukan visum di RSUD Lanto Dg Pasewang.

Diketahui, Pembunuhan sadis kembali terjadi di Jeneponto tepatnya di Dusun Parang-parang, Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Kamis (7/11/2019) dini hari.

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan awalnya korban dan pelaku sama-sama minum minuman keras jenis Ballo

Usai minum Ballo, keduanya terlibat cekcok dan berkelahi kemudian Karim (50) menikam Jufri dengan senjata tajam jenis badik.

" Berdasarkan keterangan pelaku bahwa awal mulanya korban dengan pelaku masih bersama sama minum ballo," kata AKP Syahrul.

Kemudian di lokasi terjadi selisih paham akhirnya berujung konflik, akibat kejadian tersebut korban dianiaya hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas, tuturnya.

Suasana rumah Jufri korban penikaman di Mengepong Jeneponto.
Suasana rumah Jufri korban penikaman di Mengepong Jeneponto. (ikbal/tribunjeneponto.com)

Mantan Kapolsek Tamalatea itu menjelaskan antara korban dan pelaku masih hubungan keluarga.

" Korban ditemukan dalam keadaan terbaring dan bersimbah darah di bawah got tepatnya di depan rumah Irma yang kemudian korban langsung di larikan ke Puskesmas Bululoe, untuk mendapat pertolongan namum dalam perjalanan korban meninggal dunia," jelasnya.

Lanjut Syahrul motif dari kejadian ini masih didalami namun diduga dipicu kesalah pahaman. 

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved