VIDEO: Unik, Ritual Adat Massossor pada Peringatan Maulid Nabi di Salabose Majene

Ritual adat dipandu oleh tokoh adat setempat disela-sela perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di halaman Masjid Kuno Syech Abdul Mannan.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Ritual adat Massossor (pencucian benda-benda pusaka) turut meriahkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Salabose, Kabupaten Majene, Sulbar, Sabtu (9/11/2019) kemarin.

Ritual adat dipandu oleh tokoh adat setempat disela-sela perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di halaman Masjid Kuno Syech Abdul Mannan.

FOTO: Meriahnya Bosowa Runners Run for Unity

Besok Royal Spring Mulai Buka Pengambilan NUP Cluster Sakura Park

Adapun benda pusaka tersebut diantaranya; Al Quran yang terbuat dari kulit warna cokelat dengan panjang 15 cm, lebar 12 cm dan tebal 4,5 cm.

Kemudian bendera kerajaan Banggae yang diberi nama I Macang. Ukuran bendera sesungguhnya adalah 227 centimeter dengan lebar 120 centimeter. Pada pinggil bendera terdapat gambar orang yang menunggangi kuda berkuku harimau.

Tangan kanan memegang pedang, sedangkan kepalanya menggunakan topi perang. Pada bagian sudut tertera tulisan dengan huruf Arab nama-nama Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Ritual budaya adat Massossor di sela-sela Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Halaman Masjid Kuno Syech Abdul Mannan di Salabose Majene.
Ritual budaya adat Massossor di sela-sela Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Halaman Masjid Kuno Syech Abdul Mannan di Salabose Majene. (Nurhadi/tribunsulbar.com)

Terakhir adalah keris pusaka Tomakaka' di Poralle. Mata keris tidak dapat lagi dicabut. Pegangan keris yang terbuat dari kayu sudah rusak. Sementara kerangkeng keris terbuat dari kayu Cendana dengan panjang 41 cm, lebar 7 cm yang dibalut dengan kafan dengan panjanh 17 cm dan lebar 8 centimeter.

Lies F Nurdin Dorong Gerakan Perangi Diabetes Melalui World Diabetes Day

Pemasang Kamera di Toliet Kampus Ditangkap, Begini Reaksi Presiden Mahasiswa UINAM

Sebelum Massossor benda-benda pusaka tetsebut diarah menuju panggung utama perayaan Maulid. Ritual Masossor dilakukan depan Gubernur Sulbar, Bupati Majene dan Kadis Pariwisata Majene.

Fahmi Massiara mengatakan pelaksanaan maulid di Salabose dilaksanakan dengan sentuhan ritual adat Massossor. Namun tidak bermaksud mencampur adukkan dengan budaya dan syariah islam.

Hadapi Pilkada, Bawaslu Segera Rekrut Panwascam Pilkada Sulsel 2020

Lebih kepada meneguhkan identitas kedaerahan yang juga bertujuan untuk semakin menyemarakan kegiatan ini.

Sementara Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar berharap tradisi kebudayaan yang ada di masyarakat terus dipertahanakan diperkebalkan kepada generasi penerus.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved