VIDEO: Suasana Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Salabose Majene

Maulid dilangsungkan di halaman masjid yang tidak bisa dikelas dalam sejarah penyebaran islam di Mandar. Diawali dengan pembacaan Al Quran

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1441 H di Masjid Syech Abdul Mannan, Lingkungan Salabose, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berlangsung meriah, Sabtu (9/11/2019).

Maulid dilangsungkan di halaman masjid yang tidak bisa dikelas dalam sejarah penyebaran islam di Mandar. Diawali dengan pembacaan Al Quran oleh empat Qoriah terbaik Provinsi Sulbar.

Peringatan Maulid kali ini mengangkat tema "Mattattangai Pammasena Allah ta'alah di Salabose Ma'ola Allo Adzianganna Nabitta Muhammad SAW. (Menunggu Rahmat Allah S.W.T di Salabose, melalui Maulid Nabi Besar Muhammad SAW).

Kalah Lagi, PSM Belum Keluar dari Hasil Buruk Partai Tandang

Hadir pada peringatan maulid Gubernur H Ali Baal Masar, Ketua DPRD Hj St Suraidah Suhardi, Kanwil Kemenag Sulbar Dr Muflih B Fattah dan Bupati Majene H Fahmi Massiara bersama Wakilnya Lukman.

Hadir juga sejumlah pimpinan Forkopimda, diantaranya Danlanal Mamuju Letkol Marinir Laode Jimmy Herisal R, Kapolres Majene AKBPP Banuaji, Kepala Divisi Pemasyarakat Kemenkumham Sulbar Elly Yuzar dan sejumlah pimpinan OPD.

Maulid di Salabose Majene memang selalu berlangsung meriah setiap tahun. Pejabat pemerintah dan masyarakat dari berbagai daerah berkumpul disini untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah.

Diskon Besar-besaran: Mega Sale 11.11 Berpotensi Banyak Penipuan, Pakar Keamanan Peringatkan Hal Ini

Yang menarik dari peringatan Maulid Nabi di Salabose Majene karena tak seperti perayaan maulid umumnya di masjid-masjid.

Perayaan Maulid di Salabose ada tradisi antusias masyarakat menyediakan Tiriq (tempat penancapan telur) khas Mandar yang menjulang tinggi ke langit. Bahkan beberapa hanya dipasang di depan rumah warga.

Tiriq tersebut dihiasi dengan kertas minyak berwarna-warni agar kelihatan indah. Bahkan beberapa Tiriq dibentuk dengan menyerupai kapal nelayan dan lemari yang diisi dengan berbagai jenis makanan dan buah.

Aduh, 12 Laga Tandang PSM Makassar Tak Pernah Menang

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di lingkungan Salabose ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan bagi masyarakat muslim, namun telah menjadi agenda wisata religi yang telah di kenal luas di masyarakat Mandar.

Selain beberapa pagelaran budaya dan adat seperti pessawe to tammaq, pertunjukan tarian-tarian dan massossor (pencucian benda pusaka) namun tetap tidak lepas dari catatan sejarah masuknya Islam di Mandar Majene, yang di bawa oleh Syekh Abdul Mannan.

Bupati Majene H Fahmi Massiara mengatakan perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Salabose menandakan Majene sebagai simbol kota religi.

Kelompok Pencinta Alam OPAB Gempa Makassar Sunat 35 Anak Sambung Jawa

 

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved