Sekjen PBHMI Sebut Era Disrupsi, Mahasiswa Dituntut Mampu 'Critikal Thinking'

Pasalnya, perkembangan zaman begitu cepat dan saat ini kita telah menjalani revolusi industri 4.0.

Sekjen PBHMI Sebut Era Disrupsi, Mahasiswa Dituntut Mampu 'Critikal Thinking'
Najamuddin Arfah
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunanan Mahasiswa Islam (PBHMI) MPO, Najamuddin Arfah mengatakan mahasiswa dituntut harus berpikir sistem secara komprehensif. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) MPO, Najamuddin Arfah mengatakan mahasiswa dituntut harus berpikir sistem secara komprehensif.

Pasalnya, perkembangan zaman begitu cepat dan saat ini kita telah menjalani revolusi industri 4.0.

Sebentar lagi akan memasuki era industri 5.0, di era digitalisasi, era disrupsi membawa perubahan kehidupan begitu cepat bagi umat manusia.

Cemilan juga Turun Harga di Indomaret

1.027 Tenaga Kesehatan Bantaeng Ramaikan HKN ke-55, Ini Kegiatannya

"Belum lagi dinamika geopolitik global turut memicu 'ketidakpastian' Persoalan yang dihadapi juga semakin kompleks, sehingga mahasiswa dituntut harus berpikir sistem secara komprehensif," kata Najamuddin Arfah pada dialog kebangsaan yang diselenggarakan oleh HMI MPO Komisariat UINAM di Gowa, Sulsel, Jumat (8/11/2019) dalam rilisnya.

Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Hasanuddin ini mengungkapkan, olehnya itu perlu dipikirkan bagaimana reformulasi dan revitalisasi.

"Mahasiswa kekinian dituntut untuk punya kemampuan critical thinking, creativity, communication dan collaboration," ujar mantan Ketua Umum HMI Cabang Makassar ini.

Naja melanjutkan, paling penting bagi kader hmi, sebagai insan ulil albab yang dicita-citakan oleh khittah perjuangan.

Terus memperkuat identitas keislaman tanpa melupakan identitas keindonesiaan. Selain itu, seorang kader HMI juga perlu memiliki komitmen ideologis dan epistimologis.

 Cemilan juga Turun Harga di Indomaret

 1.027 Tenaga Kesehatan Bantaeng Ramaikan HKN ke-55, Ini Kegiatannya

"Mengupgrade kapasitas intelektual dan spiritual, karena hanya dengan intelektualismelah, serta fondasi idealisme yang kuat gerakan mahasiswa menjadi punya value," ungkapnya.

Dalam dialog kebangsaan yang merupakan rangkaian pelantikan HMI Komisariat UINAM ini, selain menghadirkan Sekretaris Jenderal PBHMI, Najamuddin Arfah, juga hadir Rizal Pauzi, aktifis IMM Sulsel yang juga penulis buku 'Predator Demonstran'.

Hadir juga panelis lainnya Direktur Parahikma Institute, Juliadi Solong yang juga mantan Ketua PAO HMI (Dipo) Cabang Makassar. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved