Warga Bentrok di Kantor Bupati Takalar, Ternyata Faktanya Seperti Ini

Jumlah pengunjuk rasa berjumlah sekitar 2.600 massa. Unjuk rasa yang berakhir bentrok ini merupakan simulasi latihan.

Warga Bentrok di Kantor Bupati Takalar, Ternyata Faktanya Seperti Ini
ari/tribungowa.com
Wakil Bupati Takalar Haji Dede menerima kedatangan massa dalam simulasi bentrok Kodam XIV/Hasanuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Dua kubu massa pengunjuk rasa pembangunan Bendungan Pamukkulu mendatangi Kantor Bupati Takalar, Kamis (7/11/2019) pagi.

Jumlah pengunjuk rasa berjumlah sekitar 2.600 massa. Unjuk rasa yang berakhir bentrok ini merupakan simulasi latihan.

Kodam XIV/Hasanuddin menggelar Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) yang difokuskan di Kabupaten Takalar.

Gelar Kongres, NasDem Tetapkan Ketum dan Bahas Kebijakan Strategis

Diduga Salah Paham Usai Minum Ballo, Karim Tega Habisi Nyawa Jufri di Jeneponto

Pelajar Sekolah Kristen Ipeka Belajar Ecobricks, Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Pengganti Batu Bata

Dalam simulasi itu, kedatangan pengunjuk rasa diterima Wakil Bupati Takalar Achmad Se're didampingi Sekretaris Daerah Muh Arsyad.

Aji Dede, sapaan, menerima perwakilan pengunjuk rasa dari kubu warga Pamukkulu dan warga Polongbangkeng Selatan.

Kubu Pamukkulu dipimpin Abdul Bani, dan dari warga Polongbangkeng Selatan dipimpin oleh Muallim Bahar.

Sebelumnya, konflik tak terelakkan terjadi antar kedua kubu. Dalam simulasi ini, sejumlah korban jiwa diceritakan tewas.

Serta sejumlah orang luka-luka termasuk warga masyarakat yang sedang melintas, dan terkena lemparan batu dari pengunjuk rasa.

Tak terkecuali wanita hamil dan lansia yang juga harus dievakuasi karena terjebak dalam kepungan massa.

Bahkan pengunjuk rasa membawa senjata tajam berupa parang, panah, serta Bom molotov

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved