Wakajati Sulbar Dianggap Melemahkan Upaya Pemberantasan Korupsi di Mamasa, Ini Penyebabnya

Pasalnya Wakajati Sulbar Yulianto, menyebut pemberantaan korupsi tidak mesti ada yang jadi tersangka.

Wakajati Sulbar Dianggap Melemahkan Upaya Pemberantasan Korupsi di Mamasa, Ini Penyebabnya
semuel/tribunmamasa.com
Wakil Kepala Kejaksaan tinggi Sulbar, Yulianto 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Mamasa Boby Patalangi, menyoroti statmen Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar, Yulianto.

Pasalnya Wakajati Sulbar Yulianto, menyebut pemberantaan korupsi tidak mesti ada yang jadi tersangka.

Hal tersebut disampaikan saat acara ramah tamah Pemda Mamasa, Rabu (6/11/2019) malam.

Mamasa Diprediksi Berawan Siang Ini Kamis (7/11/2019), Segini Suhu Udaranya

4 Pilihan Menu Sarapan Recomended dan Wajib Coba saat Berkunjung ke Makassar

Begini Prakiraan Cuaca di Kabupaten Wajo Kamis (7/11/2019)

Ia mencontohkan, salah satu pengalamannya diminta mengekspos kasus korupsi yang ia tangani, namun ia mengaku menolaknya.

"Saya tidak setuju ada orang yang ditersangkakan, prinsip saya, bukan menindak tetapi mencegah," ujar Yulianto.

Tentunya hal ini berbanding terbalik dengan ekspektasi pegiat anti korupsi di Mamasa, mengawal sejumlah kasus yang pernah dilaporkan.

Hal itu kembali ditegaskan Yulianto saat dikonfirmasi sesaat sebelum meninggalkan lokasi kegiatan.

Ia menegaskan, arah pemberantasan korupsi yang ia lakukan adalah pada titik pencegahan terjadinya pindak pidana korupsi.

"Ya seperti tadi yang saya sampaikan, memang arahnya kita titiknya pada pencegahan tindak pidana korupsi," tegasnya.

Ditanya lebih jauh soal sejumlah kasus yang saat dilaporkan pegiat anti korupsi di Mamasa, Ia menuturkan untuk hal tersebut dirinya tetap konsisten untuk upaya pencegahan korupsi.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved