Perkenalan di Mamasa, Wakajati: Kejaksaan Tinggi Sulbar Hadir untuk Support Pembangunan

Dalam lawatannya ke Kabupaten Mamasa, Wakajati Sulbar Yulianto sekaligus sebagai momen perkenalan dengan jejaran Pemerintan Kabupaten Mamasa.

nurhadi/tribunmamuju.com
Wakajati Sulbar Yulianto menyampaikan sambutan perkenalan di malam ramah tamah dengan Pemkab Mamasa di Aula Hotel Matana 2 Mamasa. 

Para penari Musik Pompang tampil memukau dihadapan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Bupati Mamasa H Ramlan Badawi, Wakajati Sulbar Yulianto, Dan Lanal Mamuju Laode Jimi Herisal R dan para pimpinan OPD.

Mereka tampil dengan alat masuk tradisional yang terbuat dari bambu seperti serulin dan gendang yang dibuat dari kuliat hewan dan kayu.

 Mamasa Tidak Masuk KPPN, Gubernur Sulbar Bilang Tidak Benar

Selain itu, mereka juga menampilkan tarian Bulu Londong, dan Tari Malluya, yang dikolaborasikan Musik Bambu (Pompang).

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, mengapresiasi penampilan Sanggar Seni Waisapalelean ini. Kata dia, tarian tersebut sangat kental budaya.

 Ramalan Zodiak Kamis 7 November 2019, Virgo Penuh Kreativitas, Scorpio Bersiap Dapat Omelan

“Budaya kita kental, ada agama beragam, selalu toleransi, karena pergaulan kita lewat budaya yang melekat,” kata Ali Baal.

Wakajati Sulbar, Julianto juga memuji penampilan para penari tersebut. Menurutnya tarian tersebut hal baru yang ia saksikan selama bertugas menjadi seorang jaksa.

 Satlantas Polres Bone Tindak 1146 Pengendara

“Saya sudah pindah tugas 15 kali dan masing-masing daerah punya keunikannya. Saya sangat terpesona dengan tarian bambu yang ditiup hingga menimbulkan bunyi-bunyian yang menarik dan sangat indah ini,”ujarnya.

Ramah tamah tetsebut juga dalam rangka perkenalan Wakajati Yulianto dan Komandan Lanal Mamuju (Dan Lanal) Letkol Marinir Laode Jimi Herisal Rachman.

 Diusung Golkar di Pilkada Luwu Utara 2020, Indah Putri Indriani Bicara Soal Wakil

Mamasa Tidak Masuk KPPN, Gubernur Sulbar Bilang Tidak Benar

Berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Sulbar tahun 2008, Kabupaten Mamasa dinyatakan sebagai daerah destinasi pariwisata.

Mensinkronkan itu, maka seharusnya Kabupaten Mamasa masuk dalam kawasan pengembangan pariwisata nasional (KPPN).

Halaman
1234
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved