Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Sulsel Tumbuh 4,85 persen

Lanjut Yos, untuk pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan III mengalami kenaikan sebesar 7,11 persen dibandingkan denga

Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Sulsel Tumbuh 4,85 persen
Sanovra JR/Tribun Timur
Sejumlah pengunjung melakukan registrasi pada pameran Spektra Meriah yang berlangsung di lantai 1 Mal Panakukang, Makassar, Sabtu (7/10). Pameran ini sangat memungkinkan masyarakat mendapatkan perangkat elektronik hingga perabot rumah tangga dengan fasilitasi pembiayaan yang mudah. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Produksi industri manufaktur besar dan sedang di Sulawesi Selatan pada triwulan III tahun 2019 mengalami pertumbuhan cukup signifikan.

Pada periode Juli hingga September lalu, industri manufaktur di Sulsel tumbuh 4,85 persen dibandingkan pada triwulan II tahun.

Persebaya Vs PSM Dijadwal Ulang, Suporter: PSSI Tetap Konsisten!

Putusan Komdis Laga Persebaya vs PSM Dijadwal Ulang, Ketua KVU: Rugi!

Progres Revitalisasi Stadion Kalegowa, Rumput Segera Ditanam

TEREKAM & VIRAL Video Pemuda Kalideres Diduga Dijebak Kasus Narkoba, Polisi Angkat Bicara

Cekcok saat Pesta Ballo, Mertua Tikam Menantu Hingga Tewas di Jeneponto, Kronologi

KONI Sulsel Kembali Datangkan Ono Shoko untuk Latih Sinkronisasi Tim Renang Sulawesi Selatan

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat, meski tumbuh, namun angka pertumbuhan Sulsel masih berada di bawah angka pertumbuhan nasional yang juga mengalami pertumbuhan 5,13 persen.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah menjelaskan, jenis-jenis industri manufaktur yang mengalami pertumbuhan produksi triwulan III adalah manufaktur besar dan sedang.

“Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada Triwulan III tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 4,44 persen terhadap Triwulan III 2018, sedangkan untuk pertumbuhan nasional naik sebesar 4,35 persen,” kata Yos beberapa waktu lalu.

“Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan produksi Sulawesi Selatan pada Triwulan III 2019 berada di atas pertumbuhan produksi nasional,” tambahnya.

Seorang gadis, Widi belajar meracik kopi di kedai pasar kopi, Jl Andi Djemma, Makassar, Kamis (29/8). Baristi, sebutan bagi wanita peracik kopi, adalah profesi yang lagi ngetrend. Barista dan baristi merupakan ujung tombak bagi coffeeshop atau kedai kopi dalam menghasilkan kopi nikmat bercita rasa
Seorang gadis, Widi belajar meracik kopi di kedai pasar kopi, Jl Andi Djemma, Makassar, Kamis (29/8). Baristi, sebutan bagi wanita peracik kopi, adalah profesi yang lagi ngetrend. Barista dan baristi merupakan ujung tombak bagi coffeeshop atau kedai kopi dalam menghasilkan kopi nikmat bercita rasa (Sanovra/tribun-timur.com)

Ia menjelakan, industri manufaktur besar dan sedang yang naik cukup besar yakni industri barang galian bukan logam sebesar 36,43 persen, lalu industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya, dan jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan juga naik.

“Sedangkan industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami penurunan produksi terendah adalah industri furnitur yang turun 7,77 persen, industri makanan turun sebesar 6,40 persen, dan industri pengolahan lainnya yang turun sebesar 3,29 persen,” kata dia.

Lanjut Yos, untuk pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan III mengalami kenaikan sebesar 7,11 persen dibandingkan dengan triwulan II 2019.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Sulawesi Selatan ini berada di atas pertumbuhan secara nasional yang naik sebesar 0,29 persen atau lebih besar 6,82 poin.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved