Breaking News:

Bantah Bupati Takalar, Ombudsman Sulsel Tegaskan Tidak Pernah Rekomendasikan Demosi Kadisdukcapil

Ombudsman Perwakilan Sulawesi Selatan menegaskan jika survei rapor merah tidak memiliki hubungan dengan demosi di lingkup Pemerintah Daerah.

TRIBUN TIMUR/SALDY
Ketua Ombudsman Sulsel, Subhan Djoer 

Subhan meminta, Bupati Takalar yang melakukan kesalahan untuk kedua kalinya ini tidak menyalahkan lembaga lain.

"Seperti Ombudsman," bebernya.

Sementara itu, Sekteraris Daerah Takalar, Muh Arsyad mengatakan Bupati Takalar telah membatalkan demosi Farida. Menurutnya, hal itu dilakukan demi mematuhi Peraturan Mendagri.

Postingan Raul Lemos Soal Perselingkuhan Viral, Ibunda Anang Ungkap Krisdayanti Tak Tahan Godaan

"Iya betul, mau tidak mau kita harus kembalikan demi hajat hidup orang banyak," katanya.

Asryad beralasan, jika Farida mendapatkan rapor merah selama menjalankan tugas sebagai Kadis Dukcapil Takalar.

Rapor merah itu, kata Arsyad, berdasarkan penilaian yang dikeluarkan Ombudsman Perwakilan Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulsel Bakal Bangun Toilet di Tepi Jalan Raya, ini Standarnya

"Dia dapat zonah merah dari monitoring Ombudsman bersama beberapa OPD lain, termasuk lingkungan hidup. Itu yang jadi pertimbangan," dalihnya.

Sementara Bupati Takalar Syamsari Kitta yang dikonfirmasi Tribun memilih bungkam. Tribun Timur telah mencoba mengonfirmasi melalui Whatasapp maupun sambungan telepon.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Bupati Takalar Syamsari Kitta enggan memberikan tanggapan.

Kumpulan Bacaan Salawat yang Bisa Diamalkan Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW

Kasihan Bupati Takalar, Dua Kali Dipermalukan Gara-gara Perempuan, Anggota DPRD: Sangat Memalukan

Dua kali didemosi, dua kali pula dianulir. Begitulah perjalanan karier Hj Farida Daeng Makenna dalam lima bulan terakhir di Pemkab Takalar.

Halaman
1234
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved