Politisi Demokrat Sebut Kebijakan Jokowi Tentang Dokter Spesialis Tidak Matang

Peraturan mengenai kewajiban dokter spesialis bekerja di wilayah pelosok selama setahun pascalulus dari program spesialis.

Politisi Demokrat Sebut Kebijakan Jokowi Tentang Dokter Spesialis Tidak Matang
abd azis/tribuntimur.com
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Selle KS Dalle 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Politisi Partai Demokrat Sulawesi Selatan turut menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penghapusan peraturan Presiden.

Peraturan mengenai kewajiban dokter spesialis bekerja di wilayah pelosok selama setahun pascalulus dari program spesialis.

Komunitas Korban Napza Makassar Gelar Pertemuan Bahas ini

Kunci Gitar & Lirik Lagu Terbaru Fiersa Besari, Pelukku Untuk Pelikmu, Sountrack Film Imperfect

Hindari Pengintip Pesan WhatsApp, Kini Bisa Dikunci Pakai Sidik Jari, Simak Caranya

 

Aturan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) sudah tak berlaku lagi pasca MA membacakan utusan gugatan Judicial Review Nomor 62 P/HUM/2018.

"Kalah di MA berarti kebijakan yang telah diputuskan Jokowi tentang kewajiban dokter spesialis untu menyebar ke seluruh penjuru nusantara tidak melalui pertimbangan dan kajian yang matang," tegas Selle KS Dalle kepada Tribun.

Legislator DPRD Sulsel juga menanggapi Perpres baru yang dikeluarkan Presiden dengan nomor 31 Tahun 2019 tentang Pendayagunaan Dokter Spesialis pasca putusan MA.

Bila dalam Perpres sebelumnya dokter spesialis wajib mau ditempatkan di daerah terpencil, maka kini menjadi sukarela. Dokter spesialis yang mau secara sukarela saja yang bisa ditempatkan di daerah terpencil.

"Kalo sifatnya sukarela tidak menjadi masalah, artinya dokter spesialis harus siap bekerja dengan segala keterbatasan yang ada ditempat kerjanya," ujarnya

Tetapi kata dia sejatinya para Dokter spesialis tertanam dengan kuat ada rasa tanggung jawab moral atas pengetahuan dan specifikasi keilmuan yang dimilikinya.

Komunitas Korban Napza Makassar Gelar Pertemuan Bahas ini

Kunci Gitar & Lirik Lagu Terbaru Fiersa Besari, Pelukku Untuk Pelikmu, Sountrack Film Imperfect

Hindari Pengintip Pesan WhatsApp, Kini Bisa Dikunci Pakai Sidik Jari, Simak Caranya

Sehingga kata legislator dua periode ini mengaku angat disayangkan jika tifak mengabdikan ilmunya secara maximal bagi masyarakat bangsa dan negara

Dokter spesialis dalam prakteknya bekerja selain karena keahliannya yang jauh lebih penting juga adalah fasilitas sarana dan segala alat bantuanya.

Kebijakan mewajibkan dokter spesialis hingga ke penjuru nusantara selama ini dianggap hanya menjadi isu populis saja.

"Jika tidak dilengkapi peralatan yang memadai di tempat kerjanya. Jadi memang menjadi ironi jika dokter spesialis dikirim ke daerah terpencil, tapi setiba di tempat kerja fasilitas dan peralatan kerja seadanya," tuturnya

Pemerintah Jokowi kata Selle banyak melahirkan kebijakan yang tidak terintegrasi dengan baik dengan program lainnya. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved