Anak di Bawah Umur Babak Belur Setelah Dikeroyok di Wajo, Diduga Hendak Jambret Perempuan

Anak di Bawah Umur Babak Belur Setelah Dikeroyok di Wajo, Diduga Hendak Jambret Perempuan

Anak di Bawah Umur Babak Belur Setelah Dikeroyok di Wajo, Diduga Hendak Jambret Perempuan
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
MAS babak belur setelah dikeroyok massa di Jl Kartika Candra Kirana, Sengkang, Kabupaten Wajo, Senin (3/11/2019) malam. 

Anak di Bawah Umur Babak Belur Setelah Dikeroyok di Wajo, Diduga Hendak Jambret Perempuan

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Seorang anak di bawah umur, MAS (14) terbaring tak berdaya setelah dikeroyok massa, Minggu (3/11/2019) malam.

Pasalnya, MAS diduga hendak melakukan aksi penjambretan tas seorang perempuan di Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.

Dari informasi yang dihimpun, MAS yang mengendarai sepeda motor berwarna merah tersebut diteriaki pencuri oleh seorang perempuan, yang diduga hendak dijambretnya.

Baca: Video Detik-detik, Kronologi Gubernur Mantan Suami Ussy Sulistiawaty Ngamuk di Laga Persib Bandung

Baca: 7 Hari Lagi Pendaftaran CPNS 2019, Berikut Berkas Diperlukan Termasuk Scan KTP dan Foto Latar Merah

Baca: Nasib Polisi Satlantas yang Berhentikan Mobil Ambulans & Pukul Sopir, Kok Belum Disidang, Kronologi

Sontak, masyarakat yang berkumpul tak jauh dari tempat perempuan tersebut berteriak mengejar MAS.

MAS pun berusaha melarikan diri hingga ke Jl Kartika Candra Kirana, Sengkang. Namun, motor yang dikendarai MAS, rusak dan dirinya mencoba berlari ke Akademi Keperawatan Kabupaten Wajo.

Massa yang kian banyak dan beringas berhasil menemukan MAS. Beruntung, aparat kepolisian setempat, berhasil mengamankan MAS dan membawanya ke kantor polisi.

Kejadian tersebut dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Tempe, Iptu Candra Said Nur. Meski demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah MAS adalah pelaku jambret atau bukan.

"Informasinya seperti itu, tapi kita belum bisa pastikan, kita masih dalami dulu," katanya.

MAS yang merupakan buruh bangunan tersebut berasal dari Desa Lampulung, Kecamatan Pammana. Sehari-hari, dirinya bekerja sebagai buruh bangunan.

Halaman
1234
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved