Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kopi Asli Parindingan Tana Toraja Diduga Dicampur dengan Kopi Lain, Benarkah?

Kopi Asli Parindingan Tana Toraja Diduga Dicampur dengan Kopi Lain, Benarkah?

Penulis: Tommy Paseru | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/TOMMY PASERU
Kopi asli Parindingan yang dijual oleh Gandrial Coffeshop, Makale, Tana Toraja. 

Kopi Asli Parindingan Tana Toraja Diduga Dicampur dengan Kopi Lain, Benarkah?

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE--Produksi Kopi Toraja asli Parindingan, Sillanan, Tana Toraja diduga di formulasikan dengan kopi lain, Sabtu (2/11/2019).

Fenomena tersebut menurut informasi yang diterima TribunToraja dari warga asli Parindingan.

Dari imformasi yang diterima, kopi asli Parindingan dicampur adukkan dengan kopi dari luar Kabupaten Tana Toraja.

Namun, tidak diketahui pasti jenis dan asal kopi yang dicampurkan dengan biji hitam asal Parindingan itu.

Baca: Pendaftaran CPNS 2019 Kejaksaan RI di rekrutmen.kejaksaan.go.id, Daftar di scasn.bkn.go.id, Formasi

Baca: Ingat Angelina Sondakh? Ketemu Yuni Shara Kakak Krisdayanti, Siapa Sangka Lihat Penampilannya

Baca: Berikut Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Ada Manchester United Vs Bournemouth

"Fenomena ini sudah lama terjadi, secara garis besar hal ini akan mempengaruhi kualitas dan keaslian kopi dari Parindingan," kata salah seorang warga Parindingan, Mordekay.

Bahkan, kata Modekay yang akrab disapa Deka, ada oknum yang menjadi pemasok yang juga warga asli Parindingan.

"Dari hasil pantauan, kopi yang masuk dari luar ini biasanya dimasukkan selalu dini hari," jelasnya.

"Jadi dan mungkin, sebagian kopi asli dari Parindingan yang dipasarkan sudah tercampur dengan kopi lain (bukan kopi asli Parindingan)," ungkapnya.

Sementara, TribunToraja mencoba untuk komformasi hal tersebut ke Kepala Dinas Pertanian Tana Toraja, Salvius Pasang.

Namun, sampai saat ini Salvius belum bisa memberikan komentar dan di konformasi (masi sibuk).

Dikonformasi terpisah, salah seorang Barista di Gandrial Coffeshop, Tegar Tandirerung merasa kecewa dengan hal tersebut.

Menurut Tegar, jika memang hal tersebut terjadi, Pemerintah Daerah harus mengambil tindakan.

Karena, kata Tegar, hal tersebut dapat merusak kualitas dan cita rasa kopi dari Parindingan.

"Butuh perhatian dari pemerintah, dalam hal ini memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada petani bahwa kopi "kita" bagus," tutur Tegar Tandirerung.

Laporan Wartawan : TribunToraja.Com,@b_u_u_r_y

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved