Kemenkumham Sulsel Utus 24 Staf ke Solo, Kadiv Pemasyarakatan Semangati Tim Pakai Bahasa Bugis

Hajatan dua tahunan ini ajang silaturrahim bagi warga Pengayoman yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Dharma Karyadhika (HDKD) 2019.

Kemenkumham Sulsel Utus 24 Staf ke Solo, Kadiv Pemasyarakatan Semangati Tim Pakai Bahasa Bugis
dok.tribun
Tim Tenis Kemenkumham Sulsel dalam Turnamen Persatuan Tenis Pengayoman (PTP) se Indonesia tanding di lapangan tenis yang berada di kawasan di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 1-3 November 2019. 

Kemenkumham Sulsel Utus 24 Staf ke Turnamen Tenis, Kadiv Pemasyarakatan Semangati Tim Pakai Bahasa Bugis

TRIBUN-TIMUR.COM, SOLO - Empat ratusan atlet dari Persatuan Tenis Pengayoman (PTP) se Indonesia tanding di lapangan tenis yang berada di kawasan di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah.

Mereka mengikuti turnamen selama tiba hari yang dibuka Sekretaris Jenderal Kementerian Hukim dan Hak Asasi Manusia (Sekjen Kemenkumham) Bambang Rantam Sariwanto, Jumat (1/11/2019) pagi.

Turnamen Persatuan Tenis Pengayoman (PTP) berlangsung hingga 3 November 2019. Hajatan dua tahunan ini ajang silaturrahim bagi warga Pengayoman yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Dharma Karyadhika (HDKD) 2019.

"PTP adalah wahana kita membangun silaturrahim dan sportivitas oleh karenanya mari menjaga kebersamaan," jelas Bambang Rantam Sariwanto, seperti dalam rilis yang diterima Tribun-Timur,com, Jumat (1/11/2019) siang.

Pria yang akrab disapa Mas BR itu menanbahkan, "Kita rawat dan jaga turnamen rutin ini agar senantiasa memberi semangat kita dalam bekerja dan melayani."

Kontingen PTP Kumham Sulsel dipimpin Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kumham Sulawesi Selatan, Taufiqurrakhman. Mereka terdiri atas 24 pemain, pelatih, dan ffficial.

"Kita ke sini bukan sekadar cari prestasi dan kemenangan semata, tapi menjaga harmoni serta kebersaman," kata Taufik saat briefing di salahsatu pojok lapangan.

Menurutnya, turnamen PTP sesuatu yang membangun suasana kompak dan riang gembira. "Sebagai tim Sulsel kita wajib saling menjaga dan menghormati sebagaimana petuah Bugis Sipakatau (saling menghargai), Sipakainge (saling mengingatkan) dan Sipakalebbi' (saling menghormati)," tutur alumnus AKIP angkatan XXIII yang masih berdarah Bugis itu menyemangati tim.

"Apalagi Pak Kakanwil sudah memberi arahan sebelum kita berangkat bahwa selain prestasi dan kemenangan kita perlu menjaga citra wilayah," kata Taufiqurrakhmanmengaku mengutip pesan Priyadi Kakanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved