Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Effendi Gazali Ungkap Pengalaman Nadiem Makarim di Dunia Pendidikan

Namun Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali, membongkar fakta bahwa Nadiem Makarim sebenarnya punya pengalaman di dunia pendidikan.

Tayang:
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Syamsul Bahri
Tribunnews
Effendi Ghazali 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan CEO Gojek, Nadiem Makarim, sempat dianggap sebagian masyarakat tidak cocok menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) lantaran tak ada pengalaman di dunia pendidikan.

Namun Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali, membongkar fakta bahwa Nadiem Makarim sebenarnya punya pengalaman di dunia pendidikan.

Hingga Oktober 2019, Polres Enrekang Telah Menangani 12 Kasus Narkoba dengan 15 Tersangka

Bawaslu dan TAPD Maros Akhirnya Sepakati Anggaran Pilkada, Segini Jumlahnya

3 Zodiak Mengalami Hari Buruk Mulai 1 November 2019, Cinta Taurus Terus Diuji & Virgo Introvert

RAMALAN ZODIAK JUMAT 1 November 2019: Pisces Tegang dan Stres, Cancer & Libra Sibuk Banyak Tugas

Profil Darwis Daeng Nai, dari Kuli Bangunan Hingga Berangkatkan Umrah Ratusan Kerabat

Effendi Gazali menyebut hasil dari kapasitas Nadiem Makarim untuk mendidik bisa dilihat dari kompetensi para mitra atau driver Gojek.

Dilansir Tribunnews.com, hal tersebut disampaikan Effendi Gazali dalam tayangan unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, (29/10/2019).

Effendi Gazali membeberkan sebagian masyarakat mempertanyakan nasib perusahaan sebesar Gojek yang kini ditinggalkan oleh Nadiem Makarim.

"Nah untuk Nadiem, tadi sudah dibahas dengan banyak ya, tentu orang bisa mempersoalkan derivatifnya bagaimana, sahamnya itu sekarang siapa yang punya, dan lain-lain," kata Effendi Gazali.

Effendi Gazali kemudian menyorot bagaimana pengalaman Nadiem Makarim di dunia pendidikan yang juga dipertanyakan sebagian orang.

Effendi Gazali menyebut pemilihan Nadiem Makarim oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Mendikbud tidak serta merta soal kemampuannya di industri digital dan kewirausahaan.

"Tapi bagi saya, ada satu hal yang mungkin bisa menarik," ucap Effendi Gazali.

"Ini soalnya pendidikan ya, terkait dengan revolusi mental, kewiraan, budi pekerti, dan lain-lain, bukan hanya soal bagaimana mengejar dunia digital kreatif," terangnya.

Effendi Ghazali
Effendi Ghazali (Tribunnews)

Effendi Gazali menyebut masyarakat bisa melihat hasil Nadiem Makarim di dunia pendidikan dengan mengamati perilaku para mitra atau driver Gojek.

Perilaku para mitra Gojek secara tidak langsung bisa menggambarkan bagaimana hasil Nadiem Makarim dalam mendidik.

"Mudah-mudahan dengan itu hasil praktis yang bisa kita nikmati adalah teman-teman kita para driver ojek," kata Effendi Gazali.

"Harusnya sekarang itu lebih memperlihatkan disiplin dan enggak boleh sembarangan," sambungnya.

"Karena secara tidak langsung, itulah hasil pendidikan dari Bapak Nadiem Makarim."

Jika sampai ada driver Gojek yang bertindak sembarangan dan tidak disiplin, maka secara tak langsung sosok Nadiem Makarim belum sepenuhnya berhasil mendidik mereka.

"Kalau mereka tidak disiplin atau agak ngaco-ngaco, itu berarti terkait langsung dengan hasil pendidikan yang bisa kita lihat ke arah pendidikan," tuturnya.

Effendi Gazali menganggap poin-poin penilaian terhadap mitra Gojek oleh Nadiem Makarim bisa diterapkan ke dunia pendidikan.

"Tidak hanya mengejar startup, kemudian nanti hectacorn dan lain-lain itu, tapi juga budi pekerti, disiplin, dan lain-lain," ucapnya.

Effendi Gazali

Mengutip dari wikipedia Effendi Gazali adalah tokoh Indonesia yang terkenal dengan acara yang digagasnya yaitu Republik Mimpi yang merupakan parodi dari Indonesia dan para presidennya.

Lelaki kelahiran Padang, Sumatra Barat, 5 Desember 1966 ini juga merupakan salah satu staf pengajar program pascasarjana ilmu komunikasi Universitas Indonesia dan Dosen pada Sekolah Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Moestopo.

Effendi lulus sarjana dalam bidang Komunikasi Universitas Indonesia tahun 1990, kemudian mendapatkan gelar Master dalam bidang Komunikasi dari universitas yang sama pada 1996.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kompas tv)

Serta Master dalam bidang International Development (konsentrasi: International Communication) dari Universitas Cornell Ithaca, New York tahun 2000.

Gelar Ph.D. dalam bidang Komunikasi Politik kemudian diperolehkan dari Radboud Nijmegen University Belanda tahun 2004 dengan disertasi "Communication of Politics & Politics of Communication in Indonesia: A Study on Media Performance, Responsibility, and Accountability" (diterbitkan oleh: Radboud University Press, Belanda, 2004)

Beberapa penghargaan yang diperolehnya antara lain adalah sebagai salah satu Peneliti Terbaik UI 2003 di bidang Social & Humanity berdasarkan publikasi di jurnal internasional serta penerima ICA (International Communication Association) Award, pada ICA Annual Conference, di New Orleans Mei 2004 untuk Research, Teaching & Publication (dari the ICA Instructional & Developmental Division).

Effendi juga sering muncul di talk show " Indonesia Lawyer Club " yang dibawakan oleh Karni Ilyas.

Ia juga sering diundang sebagai pembicara untuk hal komunikasi politik.

Pada 30 Juli 2019 Effendi Gazali dikukuhkan sebagai Guru Besar tetap Program Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam Bidang Ilmu Komunikasi, dengan orasi ilmiah yang berjudul “Merajut Indonesia: Menuju Konstelasi Algoritma Komunikasi Politik yang Lebih Mempersatukan”.

Biodata

Nama lengkap: Effendy Gazali

Panggilan: Dek Pendi

Tempat, tanggal lahir: Kota Padang, 5 Desember 1966

Publikasi ilmiah

Beberapa publikasi ilmiah yang telah dibuatnya:

2000: "In Search of Quality Measures for Indonesian Television News" (written in conjunction with Leen d’Haenens & Chantal Verelst) in French & Richards (eds.) Television in Conterporary Asia. California-London: Sage Publications
2002: "The Suharto Regime and Its Fall through the Eyes of the Local Media", Gazette, the International Journal for Communication Studies 64 (2)
2003: "Establishing a Middle Ground for Public and Community Broadcasting in Indonesia: An Action Research Project", Communications, 28 (written in conjunction with L. d’Haenens, E. Hollander, D.N. Hidayat, V. Menayang
2004: "Negotiating Public and Community Media in Post-Suharto Indonesia", Javnost-the Public, Journal of the European Institute for Communication and Culture X
2004: "Communication of Politics and Politics of Communication in Indonesia: A Study on Media Performance, Responsibility and Accountability" (The Nerherlands: Radboud University Press)
2006: "Political Communication in Indonesia: Media Performance in Three Eras" in Wilnatt & Aw (Eds) “Political Communication in Asia: Challenges & Opportunities”. Washington DC: McGraw Hill

Kegiatan organisasi

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia (Wacana UI) 1998; kemudian Anggota Presidium
Deputi Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI)
Anggota International Communication Association (ICA)
Artikel-artikel Komunikasi Politik-nya terutama tersebar di Harian Kompas, Tempo, Media Indonesia, dll
Dewan Juri Anugerah Adi Warta Wartawan Indonesia 2006 & 2007

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nadiem Makarim Disebut Tak Cocok Jadi Mendikbud, Effendi Gazali Ungkap Pengalamannya di Pendidikan

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, @herysyahrullah

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved