Pj Ketua HMI Majene Ancam Pecat Kader yang Telah Lakukan Hal ini

Penjabat (Pj) Ketua HmI Cabang Majene, Sarnadi Tolabaco juga angkat bicara terkait persoalan tersebut.

Pj Ketua HMI Majene Ancam Pecat Kader yang Telah Lakukan Hal ini
Sarnadi Tolabaco
Pj Ketua HMI Cabang Majene, Sarnadi Tolabaco. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Kasus pembubaran dan pembakaran baliho saat basic training atau pengkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) karateker persiapan komisariat STAIN Majene terus bergulir.

Kasus ini menuai sorotan sejumlah kalangan. Khususnya di internal HmI Cabang Majene.

Penjabat (Pj) Ketua HmI Cabang Majene, Sarnadi Tolabaco juga angkat bicara terkait persoalan tersebut.

Satlantas Polres Pangkep Gelar Kegiatan Polisi Sahabat Anak, Ini Tujuannya

Lolos Liga 3 Sulawesi, Wawali Palopo Harap Gaspa 1958 Tidak Cepat Berpuas Diri

Kepala Dinas PMD Sulsel Tutup Pelatihan Peningkatan Kapasistas TPP

Menurutnya, pembubaran dan pembakaran baliho itu merupakan aksi premanisme. Ia sangat kecewa terhadap tindakan sejumlah oknum kader yang melakukan tindakan tersebut.

"Bukan mesti cara seperti itu, cara premanisme. Kan ada pengurus, alangkah bagusnya mengadu pada pengurus cabang yang ada," ujar Sarnadi, Kamis (31/10/2019).

Pembubaran dan pembakaran baliho pengkaderan ini berawal dari sorotan terhadap legalitas komisariat persiapan STAIN.

HmI Komisariat Stikes, Ekonomi dan Sospol Unsulbar menilai pembentukan komisariat persiapan itu cacat prosedural. Termasuk pelaksanaan basic trainingnya yang berlangsung di STAI Al-Mardiyah.

Satlantas Polres Pangkep Gelar Kegiatan Polisi Sahabat Anak, Ini Tujuannya

Lolos Liga 3 Sulawesi, Wawali Palopo Harap Gaspa 1958 Tidak Cepat Berpuas Diri

Kepala Dinas PMD Sulsel Tutup Pelatihan Peningkatan Kapasistas TPP

Sarnadi menjelaskan, sesuai AD-ART HmI, pendirian komisariat itu harus ada anggota minimal 25 orang. Persyaratan itu telah dipenuhi sehingga dibentuk karateker komisariat persiapan STAIN.

"Ini sudah memenuhi syarat, sudah dirapat hariankan dan sudah di SK kan sebagai komisariat karateker persiapan," terangnya.

Terkait aksi premanisme sejumlah oknum kader, Sarnadi tegas akan memberikan sanksi. Sesuai jalur konstitusi yang telah diatur di HmI.

"Adapun sanksi, apakah skorsing atau pemecatan. Yang jelas ini pelanggaran berat dan mencederai organisasi HmI," pungkasnya. (Tribun Majene.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

 

Penulis: edyatma jawi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved