VIDEO: Reskrim Polres Mamuju Rilis Kasus Penggelapan Dana Bandara Tampa Padang

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah mengungkapkan, modus yang dilakukan oleh pelaku, yakni dana yang dikeluarkan oleh pihak maskapai

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Karyawan maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Tampa Padang Mamuju, PT Wings Air, bernama Riyan Tri Handoko, diciduk oleh Satuan Reskrim Polresta Mamuju, Sulawesi Barat.

Riyan Tri Handoko sudah ditetapkan tersangka oleh Satuan Reskrim Polres Mamuju. Ia diamankan disalah satu hotel di Mamuju setelah dilaporkan oleh atasannya, Nur Alam, dengan nomor polisi LP/247/X/2019/SPKT.

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah mengungkapkan, modus yang dilakukan oleh pelaku, yakni dana yang dikeluarkan oleh pihak maskapai lewat dirinya untuk dibayarkan kepada otoritas bandara, namun tidak pernah sampai ke pihak pengelola bandara sekian lama.

"Ini sudah berlangsung lama, dan kita mendapatkan keterangan yang baru bahwa dana yang seharusnya sudah terkumpul melalui proses ebiling, tapi tidak dilakukan. Justru dia melakukan modusnya dengan membuat surat palsu, sehingga prosesnya tidak melalui sebagaimana mestinya,"ujar mantan Kasat Narkoba Polresta Mamuju itu.

Kasat Reskrim mengatakan, modus tersebut sudah sekian lama dilakukan oleh pelaku, dan setelah dihitung kerugian negara mencapai Rp 400 Juta lebih, sehingga dilaporkan pihak maskapai.

"Riyan disangkakan pasal 374 penggelapan dalam jabatan dengan ancaman kurungan pernjara lima tahun, kami akan tahan untuk 20 hari ke depan,"ujarnya.

Dikatakan, dana yang digelapkan oleh pelaku, terdiri dari biaya parkir bandara, penumpang, biaya troli dan biaya kebersihan yang dikelola oleh maskapai penerbangan.

"Dana itukan seharusnya dibayarkan ke kas negara lewat pengelola bandara, tapi tidak terbayarkan karena perbuatan terlapor, uang itu dia gunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk digunakan untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam,"pungkasnya.

Untuk sementara, pihak Reskrim Polres Mamuju sudah mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya kwitansi palsu, tv, kulkas, sepeda yang dibeli dari uang hasil kejahatan pelaku.

"Kita juga amanakan stempel perusahaan dari pelaku, kita juga amankan ATM dari seseorang, yang mana aliran dana dari maskapai, lewat ke rekening itu, kami juga masih cari SK pengangkatan di maskapai dan slip gaji untuk menjelaskan bahwa dia adalah bagian dari karyawan maskapai,"jelasnya.

Kepala Tribun-Timur.com, pelaku Riyan Tri Handoko mengaku uang yang ia gelapkan lebih banyak digunakan untuk senang-senang.

"Tapi ada juga untuk beli kebutuhan di rumah, tapi lebih banyak digunakan di Hotel Maleo dan Club 37, intinya untuk senang-senang,"ucapnya.

Pelaku mengaku adalah orang Jawa Timur, namun sudah lama tinggal di Kabupaten Mamuju, bahkan sudah memiliki kartu tanda penduduk Mamuju.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved