Fakultas Pertanian Unhas Ajak Pesantren Mandiri Pangan

Fakultas Pertanian Unhas Ajak Pesantren Mandiri Pangan. Mengajak memanfaatkan sumber daya alami di sekitar pesantren.

Fakultas Pertanian Unhas Ajak Pesantren Mandiri Pangan
Istimewa
Pembukaan Bina Desa Mahasiswa Fakultas Pertanian, Senin (21/10/2019) lalu. 

Fakultas Pertanian Unhas Ajak Pesantren Mandiri Pangan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Sektor pertanian memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap pencapaian target dan tujuan Program Sustainable Development Goals (SDGs) yakni untuk kesejahteraan manusia dan planet bumi.

Peranan pertanian berkaitan langsung dengan target SDGs tahun 2030 yakni memberantas kemiskinan dan kelaparan no poverty dan zero hunger.

Hal itu menjadi penegasan dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Novaty Eny Dungga di tengah-tengah aktivitas Bina Desa Mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas, Senin (21/10/2019) lalu.

Baca: Daftar Kehebatan Idham Azis Calon Tunggal Kapolri Pengganti Tito Karnavian, Pemburu Tommy Soeharto

Baca: Hasil Lengkap Liga Inggris Spurs Cetak Gol Cepat ke Gawang Liverpool, Manchester United Menang!

Baca: Niat Tulus Jokowi Sehingga Memilih Prabowo Sebagai Menteri Pertahanan

Kegiatan ini mengambil tema “Budidaya Sayuran Organik di Pekarangan Mewujudkan Pesantren yang Mandiri Pangan (Mapan)”.

Sebanyak 24 mahasiswa Fakultas Pertanian bersama dosen pembimbing Prof Dr Ir Sylvia Sjam MSi dan Dr Ir Rafiuddin MP.

Novaty Eny Dungga mengajak santri Pesantren, memanfaatkan sumber daya alami di sekitar pesantren.

"Dengan memanfaatkan kotoran ternak, sampah-sampah daun dsb, kita dapat membuat kompos yang dapat menyuburkan tanaman sayuran yang bebas zat kimia sintesis," katanya, Senin (28/10/2019).

Sementara itu, Ketua Pelaksana Bina Desa, Dr Ir Fachirah Ulfa MP mengatakan, pola hidup sehat telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non-alami, seperti pupuk, pestisida kimia dan zat pengatur tumbuh sintetik.

"Saat ini kita memanfaatkan olahan limbah organik, seperti air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh, dapat memacu pertumbuhan tanaman tanpa resiko terpapar pencemaran zat-zat kimia sintetik," katanya.

Sementara, itu, Kepala Madrasah Aliyah Pesantren Sultan Hasanuddin, Drs H Marwan M Pd, berharap ke depan para santri mengadopsi dan mengembangkan teknologi pertanian ramah lingkungan ini dengan memanfaatkan lahan pesantren masih cukup luas ini.

"Semoga ke depan para santri dapat berperan penting dalam sektor penyediaan pangan sehat, bukan hanya melayani kebutuhan sendiri. Namun, dapat memperkuat barisan wirausaha muda pertanian," katanya.

Setelah praktek bersama, Mahasiswa dan Santri, Bina Desa ini diakhiri dengan pengenalan Fakultas Pertanian dan Tanya-jawab seputar kehidupan kampus, yang lebih mengakrabkan Mahasiswa dan santri.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved