KRONOLOGI Jenazah PNS Kementerian PU Dicor, Kejinya Yudi Tama Bunuh Sahabat Sendiri

Sungguh tak berperikemanusiaan. Teganya seorang pria Yudi Tama Rianto (50) membunuh sahabat sendiri.

KRONOLOGI Jenazah PNS Kementerian PU Dicor, Kejinya Yudi Tama Bunuh Sahabat Sendiri
Tribunnews
KRONOLOGI Jenazah PNS Kementerian PU Dicor, Kejinya Yudi Tama Bunuh Sahabat Sendiri3 

Kala itu, BHS tengah menjadi penyelenggara salah satu acara di ibu kota Jawa Timur tersebut.

"Pertama kenal di pelatihan di Surabaya. Saya penyelenggara event, istri korban salah satu peserta," kata BHS saat ditemui di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (2/10/2019), seperti dikutip Tribun Jakarta (grup tribun-timur.com)

 

Setelah itu, dua sejoli ini mulai rutin berkomunikasi.

Skandal Video Panas Diduga Gisel Viral di WhatsApp, Pakar Telematika Singgung soal Kemiripan

VIDEO Berhubungan Badan Gadis Muda dengan Kakek Viral di WhatsApp, Pemeran Bukan Orang Sembarang

KRONOLOGI Istri Sah Murka Pergoki Suami Nginap di Rumah Pelakor, si Pria Berakhir Dijual

Suami Komunikasi yang mulai intens membuat YL mulai menaruh hati kepada BHS, begitupun sebaliknya.

Pertengahan tahun ini, BHS diajak ke Jakarta untuk bekerja di bawah komando VT yang merupakan wiraswasta di bidang teknologi informasi.

Pekerjaan awal, kata BHS, adalah sebagai sopir korban.

"Pada saat itu memang belum ada posisi apa-apa. Tapi suaminya sangat tertarik dengan skill dan kemampuan saya. Ya sudah untuk sementara waktu jadi driver," papar BHS.

Penawaran itu langsung disambut BHS.

Ia berangkat ke Jakarta pertengahan tahun ini dan mulai dekat dengan keluarga VT dan YL.

ILUSTRASI-Awal Mula Istri Selingkuh dengan Sopir Suami Lalu Rencanakan Pembunuhan hingga Sewa Pembunuh Bayaran
ILUSTRASI-Awal Mula Istri Selingkuh dengan Sopir Suami Lalu Rencanakan Pembunuhan hingga Sewa Pembunuh Bayaran (Tribun Jakarta)

BHS mengaku sangat senang bisa ke Jakarta. Sebab, hasratnya selama ini untuk bekerja di Ibu Kota akhirnya terpenuhi.

Di Jakarta, hubungan BHS dan YL makin erat, cenderung dibalut asmara.

"Jadi mungkin beliau nyaman dengan saya. Saya pun nyaman komunikasi dengan beliau. Jadi dekat seperti itu saja," kata BHS.

Adapun rencana pembunuhan terhadap VT berawal dari adanya kecemburuan YL terhadap suaminya yang diduga berselingkuh.

Selain itu, YL juga berencana menguasai harta suaminya bersama dengan BHS.

BHS dan YL lantas berunding bagaimana caranya menghabisi nyawa VT.

Akhirnya, pada Juni lalu mereka sepakat menggunakan racun sianida untuk diminumkan kepada VT.

Rencana pembunuhan dengan racun sianida ini gagal total karena YL yang ditugaskan memberi racun itu malah tidak berani.

Padahal, sianida sudah telanjur dibeli dan diracik.

Percobaan pembunuhan kedua direncanakan sejak Juli lalu.

Skandal Video Panas Diduga Gisel Viral di WhatsApp, Pakar Telematika Singgung soal Kemiripan

VIDEO Berhubungan Badan Gadis Muda dengan Kakek Viral di WhatsApp, Pemeran Bukan Orang Sembarang

KRONOLOGI Istri Sah Murka Pergoki Suami Nginap di Rumah Pelakor, si Pria Berakhir Dijual

BHS dan YL menyewa dua orang berinisial HER dan BK yang adalah pembunuh bayaran.

Sesuai perencanaan, eksekusi terhadap VT dilakukan 13 September lalu.

Kala itu, BHS yang berada dalam satu mobil dengan VT berkendara di sekitaran Kelapa Gading.

Sesampainya di depan North Jakarta Intercultural School Kelapa Gading, BHS meminta izin keluar dari dalam mobil dengan alasan mual.

Saat itulah eksekusi dilakukan.

Salah satu pembunuh bayaran menghampiri VT yang berada di kursi pengemudi dan menghunuskan pisau ke leher korban.

Ilustrasi
Ilustrasi (readersdigest.com)

Melihat VT belum meregang nyawa, pembunuh ini mencoba menghunuskan pisau ke perut korban.

Akan tetapi, aksi ini gagal.

VT berhasil melepaskan diri dan mengemudikan mobil menjauhi TKP.

VT lalu menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kelapa Gading.

Ambil keuntungan BHS diam-diam memanfaatkan situasi dengan mengambil keuntungan dari prahara rumah tangga majikannya.

Menurut Kapolres, BHS dua kali menipu YL terkait pembiayaan untuk rencana pembunuhan VT.

Pertama, BHS menipu YL ketika hendak membeli sianida untuk meracuni suaminya. Ia mengaku kepada YL jika sianida harus dibeli di Singapura seharga 3.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 30 juta.

Skandal Video Panas Diduga Gisel Viral di WhatsApp, Pakar Telematika Singgung soal Kemiripan

VIDEO Berhubungan Badan Gadis Muda dengan Kakek Viral di WhatsApp, Pemeran Bukan Orang Sembarang

KRONOLOGI Istri Sah Murka Pergoki Suami Nginap di Rumah Pelakor, si Pria Berakhir Dijual

Untuk mendapatkan uang sebanyak itu, YL sampai mencuri ATM suaminya.

Kenyataannya, BHS membeli sianida itu melalui online seharga sekitar Rp 500.000.

BHS kemudian berangkat ke Singapura untuk mengambil uang dari ATM milik suami YL.

"Racun sianida itu terbukti dibeli secara online di Indonesia," ungkap Budhi.

"Itu hanya pengakuan BHS kepada YL agar diberikan uang lebih untuk membeli barang tersebut," ucapnya.

Penipuan kedua, BHS menyarankan YL untuk menyewa dua pembunuh.

BHS kembali meminta uang Rp 300 juta kepada YL untuk membayar BK dan HER.

Bingung harus cari uang di mana, YL terpaksa menggadaikan mobil dan emas.

Ia juga mencuri uang suami untuk memenuhi permintaan BHS. Uang Rp 300 juta itu akhirnya YL berikan kepada BHS.

Namun, BHS malah menggunakan sebagian besar uang itu untuk foya-foya.

Sebanyak Rp 100 juta untuk membayar BK dan HER.

"Sisanya yang Rp 200 juta digunakan oleh BHS untuk berfoya-foya," ujar Budhi.

Akhirnya, pada 16 September 2019 polisi berhasil meringkus BHS di Bali, lalu menangkap YL di kediamannya.

BHS dan YL dijerat 340 KUHP juncto Pasal 53 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 353 Ayat 2 KUHP.

Sopir dan majikan perempuannya itu terancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Sementara BK dan HER masih dicari polisi.

Skandal Video Panas Diduga Gisel Viral di WhatsApp, Pakar Telematika Singgung soal Kemiripan

VIDEO Berhubungan Badan Gadis Muda dengan Kakek Viral di WhatsApp, Pemeran Bukan Orang Sembarang

KRONOLOGI Istri Sah Murka Pergoki Suami Nginap di Rumah Pelakor, si Pria Berakhir Dijual

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi PNS Kementerian PU Dibunuh dan Jenazahnya Dicor Dalam Makam", https://regional.kompas.com/read/2019/10/25/20310971/kronologi-pns-kementerian-pu-dibunuh-dan-jenazahnya-dicor-dalam-makam?page=all#page2.
Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra
Editor : David Oliver Purba

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved