PT Vale Bukukan Pendapatan USD 214 Juta di Triwulan III 2019

Vale mencatat penjualan nikel dalam matte sebesar 19.998 metrik ton dan pendapatan sebesar USD 214,2 juta di triwulan III 2019.

abdiwan/tribun-timur.com
Kawasan pertambangan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Vale Indonesia Tbk mengumumkan pencapaian kinerja yang tidak diaudit untuk triwulan ketiga tahun 2019.

Vale mencatat penjualan nikel dalam matte sebesar 19.998 metrik ton dan pendapatan sebesar USD 214,2 juta di triwulan III 2019.

Ada Apa? Krisdayanti Belum Sebulan Dilantik Anggota DPR, Raul Lemos Curhat Soal Perselingkuhan

Aryaduta Siapkan 500 Voucher Gratis Nonton Cinemaxx untuk Tamu yang Menginap

Ada Apa? Postingan Raul Lemos Suami Krisdayanti: Sekali Selingkuh Pasti Akan Selingkuh Lagi

Ternyata ini Nama Asli Penyanyi Budi Doremi, Belakangan Ini Sering Dipanggil Budi Tolong

Pemda Mamasa Dapat Bantuan Pembanguna GOR, Segini Anggarannya

“Volume penjualan kami terus meningkat di triwulan III 2019, dengan total pendapatan sebesar 214,2 juta USD," kata CEO dan Presiden Direktur PT Vale Nico Kanter dalam siaran pers, Kamis (24/10/2019).

Lanjut Nico, pada saat bersamaan, perseroan juga diuntungkan dari kenaikan harga nikel selama periode tersebut.

"Kami membukukan laba sebesar USD 26,3 juta pada triwulan III, meskipun beban pokok pendapatan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya," jelasnya.

Diungkapkan Niko, Adapun harga realisasi PT Vale pada triwulan III adalah 10 persen lebih tinggi dibandingkan pada dibandingkan triwulan II, menunjukkan kondisi harga yang lebih baik.

"Dibandingkan dengan triwulan II, volume produksi mengalami kenaikan sebesar 12 persen, sementara beban pokok pendapatan hanya naik sebesar 3 persen. Biaya bahan bakar, yang merupakan salah satu item biaya terbesar perseroan meningkat sebesar 9 persen dibandingkan triwulan II," ungkap dia.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, penggunaan HSFO per metrik ton pada triwulan III juga meningkat sebesar 8 persen, sementara harga menurun sebesar 4 persen.

Pada periode yang sama, penggunaan diesel per metrik ton menurun dari dengan harga per liter tetap stabil dari triwulan II hingga triwulan III.

Kawasan pertambangan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur.
Kawasan pertambangan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur. (abdiwan/tribun-timur.com)

"EBITDA PT Vale trwulan terakhir adalah sebesar USD 70,3 juta, dibandingkan dengan USD 28,9 juta di triwulan II. Hal ini terutama disebabkan oleh lebih tingginya volume penjualan dan harga realisasi," jelas dia.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved