Praktisi Hukum; Pengeritik Kabinet Baru Jokowi-Ma'ruf Tak Mafhum Konstitusi

Kabinet yang dia berinama Kabinet Kerja Indonesia Maju ini berjumlah 34 menteri. Komposisinya; 16 kursi diisi figur partisan politik, 18 profesional

Amran Alimuddin
Praktisi hukum Amran Alimuddin (47) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tiga hari pascaresmi menjabat periode kedua kursi kepresidenannya, Rabu (23/10/2019) siang, Joko Widodo, mengumumukan lengkap kabinetnya.

Kabinet yang dia berinama  Kabinet Kerja Indonesia Maju ini berjumlah 34 menteri.

Komposisinya; 16 kursi diisi figur partisan politik, 18 profesional, birokrat dan militer.

Komposisi ini relatif sama dengan kabinet Kerja Jokowi-JK (2014-2019);

politisi 15 orang dan nonpartisan 19 menteri.

Kritik pun mulai dikemukakan sejumlah pihak. 

Prabowo Masuk Istana, Tagar Menhan Skill Presiden Trending, Rocky Gerung: Sandi Penyelamat Gerindra

PSM Kalahkan Madura United 1-0, Begini Proses Terjadinya Gol

Operasi Zebra, Satlantas Polres Luwu Timur Amankan Kendaraan Pengangkut Miras

Praktisi hukum Amran Alimuddin (47) memaklumi banyaknya kritik ini.

Namun menurut pengacara yang tersaftar di Peradi asal Unhas Makassar ini, kritik ke Jokowi dan kabinetnya saat ini, belumlah layak.

Dia justru menilai, pengeritik tak mafhum konstitusi dan tak  tahu etika.

"Kabinet dan isinya itu adalah hak PPreogratif Presiden yang dijamin konstitusi. Siapa figur menterinya adalah  hak mutlak terpenuh presiden," katanya kepada Tribun dalam kelompok Diskusi Diaspora di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Halaman
1234
Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved