3 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Makassar, Harganya Fantastis

Pemusnahan dipimpin Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Makassar, Gusmiadirrahman.

3 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Makassar, Harganya Fantastis
muslimin emba/tribun-timur.com
Pemusnahan jutaan batang rokok bersama ratusan tembakau iris dan puluhan botol miras, berlansung di halaman kantor PT Maruki International Indonesia, Jl Batudoang Raya, Makassar, Kamis (24/10/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jutaan batang rokok dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Makassar.

Pemusnahan jutaan batang rokok bersama ratusan tembakau iris dan puluhan botol miras impor itu berlangsung, di halaman kantor PT Maruki International Indonesia, Jl Batudoang Raya, Makassar, Kamis (24/10/2019) siang.

Pemusnahan dipimpin Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Makassar, Gusmiadirrahman.

Turut hadir Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Aris Bachtiar, Wadan Denpom XIV/6 Makasdar Myor Cpm Asdar Daud dan Pimpinan PT Maruki International Indonesia, Amin.

 Ibu Muda ini Tak Pernah Kembali ke Rumah Setelah Pamit Kerja ke Suami, Medsos Mendadak Dihapus

Ada Hal Menarik Ini di Akhir Film Zombieland: Double Tap, Jangan Langsung Berdiri Usai Nonton

Kahmi Pangkep Gelar Diskusi Terbuka Soal Pelayanan Kesehatan, Gandeng Ombudsman

Gusmiadirrahman merincikan, total batang rokok yang disita dan dimusnahkan sebanyak 3.186 812 atau tiga juta lebih, termbakau iris 278 Kg dan minuman yang mengandung etil alkohol sebanyak 50 botol.

Menurutnya, barang sitaan negara yang dimusnahkan itu merupakan hasil razia atau operasi yang dilakukan setahun terakhir dengan total 114 penindakan.

"Barang-barang ini kami sita dari ekspedisi, toko-toko dan pasar. Karena kebetulan kan Bea Cukai Makassar ini area pengawasannya kan dari Pangkep sampai Selayar, tapi didominasi dari Makassar," kata Gusmiadirrahman.

Harga dari total barang yang disita dan dimusnahkan itu, kata Gusniadirrahman senilai Rp 2.297.936.960 atau Rp 2,2milliar.

"Jadi ada yang tidak pakai pita, ada yang pakai pita tapi pitanya palsu atau ada yang pitanya tidak sesuai. Jadi misalnya dia pakai pita 12 tapi kemasannya 20," ujarnya.

Akibat dari peredarang barang atau produk tampa cukai tersebut, lanjut Gusmiadirrahman, negara mengalami kerugian Rp 1.182.875.790 atau Rp 1,1 milliar.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved