Citizen Reporter

Tiba di Pulau Haruku Maluku Tengah, Tim Ekspedisi Kemanusiaan LAZNAS Wahdah Salurkan Sembako

Tiba di Pulau Haruku Maluku Tengah, Tim Ekspedisi Kemanusiaan LAZNAS Wahdah Salurkan Sembako

Tiba di Pulau Haruku Maluku Tengah, Tim Ekspedisi Kemanusiaan LAZNAS Wahdah Salurkan Sembako
LAZNAS Wahdah
Tim LAZNAS Wahdah bersama Wahdah Islamiyah Maluku terus melakukan distribusi bantuan untuk warga terdampak gempa Maluku, di Pulau Haruku, Maluku Tengah 

Tiba di Pulau Haruku Maluku Tengah, Tim Ekspedisi Kemanusiaan LAZNAS Wahdah Salurkan Sembako

AMBON -- Tim LAZNAS Wahdah bersama Wahdah Islamiyah Maluku terus melakukan distribusi bantuan untuk warga terdampak gempa Maluku.

Negeri Kailolo yang berada di Pulau Haruku, Maluku Tengah yang mejadi sasaran penyaluran bantuan merupakan salah satu desa terdampak parah.

 Dari data Posko Induk Desa tercatat hingga saat ini, Rabu (23/10/2019) terdapat 945 KK atau 3.083 jiwa yang mengungsi. Para pengungsi didominasi anak-anak, lansia dan ibu hamil.

Tim LAZNAS Wahdah bersama Wahdah Islamiyah Maluku terus melakukan distribusi bantuan untuk warga terdampak gempa Maluku, di Pulau Haruku, Maluku Tengah
Tim LAZNAS Wahdah bersama Wahdah Islamiyah Maluku terus melakukan distribusi bantuan untuk warga terdampak gempa Maluku, di Pulau Haruku, Maluku Tengah (LAZNAS Wahdah)

 Lokasi pengungsian terpusat di lapangan desa dengan 160 tenda yang terkadang satu tenda dihuni 25 jiwa. Selebihnya warga mendirikan tenda di kebun-kebun.

 "Kami warga negeri Kailolo belum berani pulang. Rumah kami retak dan rusak. Sementara gempa susulan masih sering terjadi seperti gempa 4 SR baru-baru," ujar Abdurrahman Usemahu (35 th) warga setempat.

 "Rumah kami di pinggir pantai dan gempa sangat terasa di sana. Kami khawatirkan anak-anak yang sering histeris ketika gempa susulan," tambah bapak lima orang anak ini.

 Kehadiran LAZNAS Wahdah di Pulau Haruku ini selain menyalurkan logistik sembako juga mengadakan games trauma healing dan distribusi paket ceria untuk anak-anak serta mendirikan MCK darurat.

"Trauma healing kita lakukan untuk menghibur anak-anak yang paling banyak terdampak. Tadi diikuti ratusan anak-anak yang hingga saat ini belum sekolah karena trauma," pungkas Muhammad Ridwan Umar, Direktur Program LAZNAS Wahdah

Citizen Reporter, Zulkifli Tri Darmawan

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)
Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved