Demonstrasi 25 September Lalu, Lima Mahasiswa di Majene Jadi Tersangka

Kelima mahasiswa tersebut yakni MS (20), MF (21), NSP (27), MIR (21) dan IWK (19). Mereka merupakan pengunjuk rasa saat aksi Aliansi Mahasiswa Majene

Demonstrasi 25 September Lalu, Lima Mahasiswa di Majene Jadi Tersangka
Edyatma Jawui/Tribun Timur
Kasatreskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan menjelaskan penetapan tersangka pengrusakan kantor DPRD dan penyerangan Polisi di Mapolres Majene, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Buntut demonstrasi ricuh di Majene 25 September lalu, lima mahasiswa kini ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima mahasiswa tersebut yakni MS (20), MF (21), NSP (27), MIR (21) dan IWK (19). Mereka merupakan pengunjuk rasa saat aksi Aliansi Mahasiswa Majene Bergerak di depan Kantor DPRD Majene, 25 September.

Syahrul Yasin Limpo Jadi Menteri Pertanian, Kamrussamad Sebut SYL Pemimpin Baru dari Timur

Teliti SMA Islam Athira, Wakil Ketua NU Sulsel Amirullah Amri Raih Gelar Doktor Di UMI

Selamat! Nur Aida Yaumil Achir Jadi Duta Pangan Luwu Utara 2019

Teliti SMA Islam Athirah, Wakil Ketua NU Sulsel Amirullah Amri Raih Gelar Doktor di UMI

Potret Cantiknya Gista Putri, Istri Pernikahan ke-3 Wishnutama Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Kasatreskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan menjelaskan, mahasiswa tersebut ditetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana pengrusakan gedung DPRD Majene dan penyerangan Polisi saat bertugas.

"Berdasarkan analisa rekaman video dan juga keterangan para saksi, kami sudah menetapkan lima tersangka," jelas AKP Pandu saat konferensi pers di Mapolres Majene, Rabu (23/10/2019).

Lima mahasiswa tersebut disangkakan pasal berlapis. Yakni pasal 170 Ayat (1), (2) Ke-1 Sub Pasal 351 Ayat (1), Sub 406 Ayat (1) atau Pasal 200 Ayat (1), (2) Jo Pasal 214 Ayat (1), (2) Ke-1 Subs Pasal 213 Ayat (1) Subs Pasal 211 Subs Pasal 212 Jo Pasal 216 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke -1 KUH. Pidana.

"Dengan pidana penjara paling lama 15 tahun," jelasnya.

Kelima mahasiswa saat tersebut hingga kini belum ditahan. Penyidik menilai tersangka koorperatif dan berstatus mahasiswa aktif yang harus menjalani proses perkuliahan.

"Atas pertimbangan ini kami tidak melakukan penahanan tapi kami memberlakukan wajib lapor hari Senin dan Kamis," katanya.

Dijelaskan, aksi demonstrasi menolak sejumlah RUU dan UU oleh aliansi mahasiswa tersebut telah menyebabkan kerusakan gedung DPRD Majene.

Sejumlah kaca jendela dan pintu rusak akibat lemparan batu oleh oknum demonstran. Bahkan melukai tiga personel Polres dan dua pegawai DPRD Majene.

Halaman
12
Baca Juga
Penulis: edyatma jawi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved