Breaking News:

Buntut Demonstrasi 25 September, Lima Mahasiswa di Majene Jadi Tersangka

Mereka merupakan pengunjuk rasa saat aksi Aliansi Mahasiswa Majene Bergerak di depan Kantor DPRD Majene, 25 September.

edyatma jawi
Kasatreskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan menjelaskan penetapan tersangka pengrusakan kantor DPRD dan penyerangan Polisi di Mapolres Majene, Rabu (23/10/2019). 

"Atas pertimbangan ini kami tidak melakukan penahanan, tapi kami memberlakukan wajib lapor hari Senin dan Kamis," katanya.

Dijelaskan, aksi demonstrasi menolak sejumlah RUU dan UU oleh aliansi mahasiswa tersebut telah menyebabkan kerusakan gedung DPRD Majene.

Sejumlah kaca jendela dan pintu rusak akibat lemparan batu oleh oknum demonstran.

Bahkan melukai tiga personel Polres dan dua pegawai DPRD Majene.

Potret Cantiknya Gista Putri, Istri Pernikahan ke-3 Wishnutama Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Inikah Penyebab Agus Harimurti Yudhoyono Gagal Jadi Menteri Jokowi, Masih soal SBY dan Megawati?

Ketua KNPI Sulsel Tunggu Gebrakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Tak hanya itu, sejumlah demonstran juga mencorat-coret beberapa bagian gedung DPRD bertuliskan kata tidak pantas atau jorok.

Serta merusak sejumlah fasilitas seperti pot bunga.

"Kerugiannya ditaksir kurang lebih Rp50 juta," terangnya.

Kata Pandu, kericuhan itu bermula saat sejumlah mahasiswa membakar ban bekas di halaman Kantor DPRD.

Lalu polisi mencobanya menjinakkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Setelah itu, massa berhamburan. Lalu lemparan batu menghujani gedung DPRD Majene.

Halaman
123
Penulis: edyatma jawi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved