Peringati Hari Santri, Santri di Ponpes Miftahul Ulum Toabo Mamuju Kumandankan Salawat Nariyah

Peringati Hari Santri, Santri di Ponpes Miftahul Ulum Toabo Mamuju Kumandankan Salawat Nariyah

Peringati Hari Santri, Santri di Ponpes Miftahul Ulum Toabo Mamuju Kumandankan Salawat Nariyah
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Zikir malam dan pembacaan salawat nariyah dalam rangka peringatan HSN 2019 di Ponpes Miftahul Ulum Toabo Mamuju.(nurhadi/tribun) 

Peringati Hari Santri, Santri di Ponpes Miftahul Ulum Toabo Mamuju Kumandankan Salawat Nariyah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Ratusan santri kumandankan Salawat Nariyah di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulbar, dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional, Senin (21/10/2019) malam.

Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada 22 Oktober 2019. Momentum ini menjadi hari yang sangat istimewa bagi seluruh santri di Indonesia.

Pembacaan satu miliyah Salawat Nariyah untuk keselamatan bangsa dalam rangka peringatan HSN berdasarkan perintah PBNU ini, juga dirangkaikan dengan zikir malam yang dipimpin oleh KH Mudkholul Huda selaku pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum.

Baca: Prabowo Subianto Menteri Pertahanan? Posisi Edhy Prabowo, Nadiem Makarim, Nadiem Makarim, Mahfud MD

Baca: Jadwal Pekan Ketiga Liga Champions - Madrid dan Inter Wajib Menang! Klasemen dan Siaran Langsung

Baca: Korban Tabrakan Tambora Dipulangkan ke Rumah, Tagih Janji Kapolda Sulsel Merawatnya Hingga Sembuh

Peringatan HSN ini dihadiri Ketua PC GP Ansor Mamuju Sahril, sejumlah ulama dan pimpinan pondok pesantren di Mamuju, para Kepala Madrasah, perwakilan kementerian Agama Kabupaten Mamuju dan sejumlah kepala Kantor Urusan Agama.

Ceramah peringatan HSN diisi oleh Kiyai Ahmad Multazam Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Mamuju yang juga pimpinan Majelis Dzikir At Thahiriyah Imam Lapeo.

Selain santri, peringatan HSN di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Toabo yang diinisiasi oleh GP Ansor bersama pihak pondok pesantren dan Kemenag Mamuju juga dihadiri ratusan warga sekitar pondok pesantren.

Ketua GP Ansor Mamuju Sahrir dalam sambutannya mengatakan, makna yang paling penting dari peringatan HSN adalah bagaimana merefkeksi semangat perjuangan para kiyai dan santri di masa lampau dalam merebut kekuasaan dari tangan penjajah.

"Hari santri adalah sebuah momentum sejarah luar biasa yang pernah terjadi di Indonesia. 22 Oktober adalah momentum jatuhnya kekuasaan dari tangan penjajah ke pangkuan ibu pertiwi,"ungkap Alumni Pondok Pesantren Pondok Madinah Makassar itu.

Sahril menjelaskan, rentetan peritiwa 22 Oktober yang diawali datangnya tentara NICA mencoba merebut kembali kekuasaan dari pangkuan ibu pertiwi, pada saat itu hampir seluruh tatanan semua bungkam tidak ada yang mampu menjawab tantangan dunia internasional.

Halaman
123
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved