PERINGATAN BMKG! Suhu Makassar 38,8 Derajat Tertinggi di Indonesia, Ini Penyebabnya, Maros 38,3

PANAS! Suhu Makassar 38,8 Derajat, Tertinggi di Indonesia, BMKG Bilang Ini Penyebabnya, Maros 38,3

PERINGATAN BMKG! Suhu Makassar 38,8 Derajat Tertinggi di Indonesia, Ini Penyebabnya, Maros 38,3
TRIBUNNEWS
PANAS! Suhu Makassar 38,8 Derajat, Tertinggi di Indonesia, BMKG Bilang Ini Penyebabnya, Maros 38,3 

TRIBUN-TIMUR.COM - Beberapa hari terakhir ini, banyak warga Indonesia yang mengeluhkan cuaca panas.

Hasil pengamatan di beberapa stasiun oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geologi ( BMKG) menunjukkan bahwa suhu udara maksimum dapat mencapai 37 C sejak 19 Oktober.

Disampaikan oleh Deputi Bidang Klimatologi BMKG R Mulyono Rahadi Prabowo pada 20 Oktober 2019, terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi di Indonesia.

Mereka adalah Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) pada 38,8 derajat celsius, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38,3 derajat celsius, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37,8 celsius.

Baca: Sudah 30 Calon Menteri Dipanggil Jokowi ke Istana, Ini Mereka, Profil Singkatnya, 14 dari Partai

Baca: SPOILER Film Hustler, Kisah Penipuan ala Penari Telanjang, Seksi! Ada Jennifer Lopez dan Cardi B

Baca: Simak Penjelasan Lengkap SYL usai Bertemu Jokowi, Jadi Menteri Desa, PAN, Pertanian, atau Kelautan?

“Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir di mana pada periode Oktober 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 derajat celsius,” kata Mulyono di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

PANAS! Suhu Makassar 38,8 Derajat, Tertinggi di Indonesia, BMKG Bilang Ini Penyebabnya, Maros 38,3
PANAS! Suhu Makassar 38,8 Derajat, Tertinggi di Indonesia, BMKG Bilang Ini Penyebabnya, Maros 38,3 (TRIBUNNEWS)

Sementara stasiun-stasiun meteorologi yang berada di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara mencatatkan suhu udara maksimum terukur berkisar 35-36,5 derajat celsius pada periode 19-20 Oktober 2019.

Berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, cuaca panas ini erat kaitannya dengan gerak semu matahari.

"Seperti yang kita ketahui pada September, matahari berada di sekitar wilayah Khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember," tuturnya. 

Maka, pada Oktober ini posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagainya).

Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari.

Halaman
1234
Editor: Ina Maharani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved