Gegara Kemarau, 637 Warga Binaan Lapas Maros Kesulitan Air Bersih

Kondisi tersebut semakin diperparah tidak beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongan.

amiruddin/tribun-timur.com
Kalapas Maros, Indra Setiabudi 

TRIBUN-MAROS.COM, MANDAI - Kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami krisis air bersih.

Kondisi tersebut semakin diperparah tidak beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongan.

IPA tersebut mati total, sejak 25 September lalu, gegara tidak adanya suplai air bersih dari Bendungan Lekopancing.

Kementan Ekspor Dedak Gandum Cilegon ke 4 Negara Capai 39,6 Miliar

Operasi Sikat Lipu 2019 di Wajo, 17 Pelaku Terancam Tinggal di Bui Selama 7 Tahun

Boyband Kpop TXT Resmi Rilis Lagu Run Away, Simak Liriknya

Debit air di bendungan yang letaknya di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros menurun drastis gegara kemarau.

Salah satu wilayah terdampak kekeringan, yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Maros.

Lapas tersebut letaknya di Desa Bontomatene, Kecamatan Mandai, Maros.

Kepala Lapas Kelas IIA Maros, Indra Setiabudi, mengatakan krisis air bersih di Lapas telah terjadi hampir sebulan lebih.

"Suplai air bersih dari PDAM Maros mati total, sejak sebulan lalu," kata Indra Setiabudi, kepada tribun-maros.com, Selasa (22/10/2019).

Selain air PDAM Maros, suplai air bersih dari sumur bor juga kehabisan air.

Akibatnya, kata dia, sekitar 637 warga binaan Lapas Maros kesulitan air bersih.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved