Akademisi : SYL Pantas Masuk Kabinet Kerja Jilid II, Ini Alasannya

Meski belum diumumkan secara resmi, namun SYL telah memenuhi undangan Jokowi Dodo yang akrab disapa Jokowi ke Istana Negara di Jakarta, pada Selasa (2

Akademisi : SYL Pantas Masuk Kabinet Kerja Jilid II, Ini Alasannya
Dok Pribadi
Dosen tetap Fisip Unhas, Hasrullah, saat ditemui di ruangannya di Fakultas Fisip, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) digadang-gadang masuk dalam kabinet kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

Meski belum diumumkan secara resmi, namun SYL telah memenuhi undangan Jokowi Dodo yang akrab disapa Jokowi ke Istana Negara di Jakarta, pada Selasa (22/10/2019).

Siapa Calon Dirut Bank Sulselbar? ini Kata Gubernur Sulsel

Kedai-kedai Kontainer di Padduppa Ilegal, Dewan Pertanyakan Kebijakan Amran Mahmud

Legislator PPP Sulsel, Saharuddin Resmi Jabat Ketua Percasi Enrekang

BREAKING NEWS: Mayat Perempuan Ditemukan Busuk Dalam Rumah di BTN Axuri Mamuju

VIDEO: Preview Liga Champions Manchester City Vs Atalanta

Bagi akademisi yang juga dosen tetap Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unhas, Dr Hasrullah MA, SYL sangat layak masuk kabinet kerja Jokowi-Ma'ruf.

Ada lima poin mengapa ia menilai mantan gubernur Sulsel dua periode tersebut sangat layak.

"Pertama, beliau mempunyai kapasitas yang mumpuni baik dari leadership dan birokrat yang matang. Dimulai dari level lurah, camat, bupati dan gubernur dua periode," papar Dr Hasrullah.

Untuk poin berikutnya lanjut penulis buku Opium Politik dan Dramaturgi ini, sosok SYL dinilai matang dalam berpolitik.

Sebab mulai dari partai Golkar dan Nasdem, SYL selalu tampil leader yang handal dan mempunyai komitmen tinggi dalam memajukan organisasi saat amanah diembannya.

"Untuk poin ketiga, beliau ketika menjadi Gubernur Sulsel, pertumbuhan rata-rata di atas nasional," ungkapnya.

Ia menambahkan, poin keempat SYL dinilainya sebagai pemimpin yang mempunyai komitmen tinggi.

Terutama kedekatan kepada masyarskat petani dan di bawah penghasilan rendah dari data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 13 besar se-Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved