BREAKING NEWS: Bentrok Antar Prodi di Fakultas Ekonomi UNM Berhenti

Pantauan di lokasi pukul 17.15 Wita, pihak Kampus yang dipimpin Wakil Rektor III Arifuddin Usman berhasil melerai bentrokan.

BREAKING NEWS:  Bentrok Antar Prodi di Fakultas Ekonomi UNM Berhenti
muslimin emba/tribun-timur.com
Bentrok antar kelompok mahasiswa Jurusan Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi UNM, Senin (21/10/2019) sore. 

Kerusuhan yang terjadi di Penajam, jelang kedatangan Presiden Jokowi.

Rencana kedatangan Jokowi di calon ibu kota negara disampaikan Jokowi saat video conference bersama Bupati PPU Abdul Gafur Masud usai peresmian tol langit atau proyek Palapa Ring, Senin (14/10/2019).

Abdul Gafur Masud berencana menyopiri Presiden Jokowi selama berkunjung ke PPU, yang dijadwalkan awal November 2019 mendatang.

"Iya nanti saya sopiri Pak Presiden. Saya akan bawa Pak Presiden ke wilayah ibu kota negara, di Kecamatan Sepaku," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (15/10/2019).

Abdul Gafur Masud mengatakan sebagian besar infrastruktur jalan di kabupaten yang ia pimpin rusak.

Ia akan menunjukkan jalan itu kepada Jokowi.

"Ya, banyak jalan-jalan rusak atau kurang baik. Nanti saya tunjukin Pak Presiden. Tapi enggak mungkin juga bawa presiden jalan jauh-jauh, kan pengawalan ketat," jelasnya.

Abdul Gafur mencontohkan jalan provinsi dari Pelabuhan Ferry Penajam ke Paser.

Jalan itu, kata dia, sudah baik.

Akan tetapi, menurutnya, perlu ada perbaikan dan pelebaran dua jalur seperti di depan Kantor Bupati PPU.

Sehingga lalu lintas pendukung ibu kota negara bisa lebih baik.

"Kalau perlu dibikin tiga lajur kanan kiri jadi enam lajur untuk dua jalur. Itu yang kita inginkan dari pelabuhan feri sampai Kabupaten Paser, karena akan padat lalu lintas kalau ibu kota pindah," kata dia.

Selain itu, jalur dari Bukit Bangkirai dan sekitarnya pun perlu ada perbaikan karena masih rusak.

Belum lagi jalan-jalan desa rusak dan sempit.

Perlu ada peningkatan.

Tak hanya jalan, Abdul Gafur juga ingin di Kabupaten PPU punya Syahbandar agar semua bongkar muat bisa melalui pintu di PPU.

Itu agar bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

"Sampai sekarang PAD kami hanya Rp 34 miliar setahun. Karena bongkar muat barang dilakukan di Balikpapan," kata Abdul Gafur Masud.

Lebih jauh, di sektor kesehatan dan pendidikan pun PPU masih terbelakang.

"Kami baru punya satu rumah sakit tipe C. Kami ingin ada tipe A. Kalau ada orang sakit selalu dirujuk ke Balikpapan, atau Samarinda dan kota terdekat lain," kata dia.

Abdul Gafur Mas'ud mengatakan, seluruh masyarakat PPU menyambut baik pemindahan ibu kota negara dan merindukan kunjungan Jokowi ke daerahnya pascapenetapan wilayah PPU dan sebagian wilayah Kutai Kartanegara sebagai ibu kota negara.(*)

(tribun-timur.com).

Laporan wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved