Betulkah Partai Nasdem Lempar Sinyal Siap Jadi Oposisi? Prabowo Siap Jadi Menteri Pertahanan

Namun berbeda dengan rival politik Jokowi lalu, Prabowo Subianto memilih siap bergabung dan menjadi menteri Jokowi-Ma'ruf saat ini.

Instagram @suryapaloh.id
Surya Paloh dan Presiden Jokowi 

TRIBUN TIMUR.COM, JAKARTA - Situasi politik nasional kian berubah saat ini, Ketua DPP Nasdem Surya Paloh melempar sinyal untuk menjadikan partainya sebagai partai oposisi. 

Namun berbeda dengan rival politik Jokowi lalu, Prabowo Subianto memilih siap bergabung dan menjadi menteri Jokowi-Ma'ruf saat ini. 

Warga asal Somba Opu Gowa Ditemukan Tewas di Kampus Unhas, Begini Ciri-cirinya

 

Penyusunan Renstra Bidang Pendidikan Tahun 2020-2024 Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI

Kades di Mamasa Ini Manfaatkan Keindahan Alam Kembangan Bumdes

Penyusunan Renstra Bidang Pendidikan Tahun 2020-2024 Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI

Bagaimana Nasib Gojek Setelah Bosnya Nadiem Makarim Jadi Menteri Jokowi?

Partai Nasdem memberikan sinyal siap menjadi oposisi pada pemerintahan kali ini. Padahal, Partai Nasdem diketahui merupakan salah satu partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sinyal tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Menurut dia, bila semua partai politik mendukung pemerintah, Partai Nasdem siap menjadi oposisi. "Kalau tidak ada yang oposisi, Nasdem saja yang jadi oposisi," kata Surya seperti dilansir dari Kompas TV, Senin (21/10/2019).

Hari ini, Jokowi memanggil sejumlah kandidat calon menteri ke Istana Kepresidenan.

Hingga pukul 16.30 sudah ada sebelas orang yang menyambangi Istana. Mereka yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, Bos Gojek Indonesia Nadiem Makarim, dan Bos NET TV Wishnutama. Selanjutnya, pengusaha Erick Thohir, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga.

Selain itu, Hartarto, mantan Mensesneg Pratikno, relawan Jokowi-Ma'ruf Fadjroel Rachman dan peneliti Populi Center Nico Harjanto Terakhir yang datang yakni Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo.

SEDANG BERLANGSUNG Link Live Streaming Komvas TV Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo
SEDANG BERLANGSUNG Link Live Streaming Komvas TV Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo (Tribunnews.com)

Seperti diketahui, Partai Gerindra merupakan rival partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf saat pilpres lalu. Surya sebelumnya menyatakan, bila seluruh partai menjadi koalisi pemerintahan, dikhawatirkan sistem check and balance akan hilang.

Padahal, sistem tersebut diperlukan di dalam negara demokrasi seperti yang dianut Indonesia. "Kalau begitu check and balance tidak ada, tidak ada lagi yang beroposisi berarti demokrasi sudah selesai. Negara sudah berubah menjadi negara otoriter, atau bermonarki," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Partai Nasdem Lempar Sinyal Siap Jadi Oposisi...", 

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved