Pengamat Politik Unismuh Andi Luhur Priyanto Ungkap Tantangan Jokowi-Ma'ruf Kedepan

"Secara internal ada tantangan besar berupa ancaman fragmentasi kebangsaan, radikalisme, separatisme, serta komitmen penegakan hukum yang semakin mele

Pengamat Politik Unismuh Andi Luhur Priyanto Ungkap Tantangan Jokowi-Ma'ruf Kedepan
Abd Azis/Tribun Timur
Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Selatan (DPD PDIP Sulsel) menggelar diskusi millenial di Cerita Coffee Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Minggu (20/10/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Priyanto memprediksi tantangan pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin kedepan.

Dia menilai bahwa tantangannya secara internal berupa ancaman fragmentasi kebangsaan, radikalisme, separatisme, serta komitmen penegakan hukum yang semakin melemah, kata Luhur pada kegiatan diskusi yang bertema 'Diantara Ekspektasi dan Pesimisme Kaum Muda di Cerita Coffee Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Minggu (20/10/2019).

Tak Tayang di Indosiar, ini Link Live Streaming Persipura Vs Arema FC Jam 18.30, Akses Disini

Miliki 0,41 Gram Sabu, Pemuda Pattimang Luwu Utara Diringkus Polisi

Kawasan Hutan Pinus Rumbia Jeneponto Terbakar, Hingga Sore Belum Mampu Dipadamkan

Potret Rumah Mewah Nikita Mirzani dengan Ubin Seharga Rp 700 Juta, Segini Harga Mobil Barunya

Tribun Super Soccer Executive League: GMTD Tumbangkan FTI UMI

" Tantangan secara eksternal, dinamika geo-politik kawasan yang terus bergolak, penetrasi teknologi dan budaya global serta pelambatan ekonomi dunia. Sungguh ini masalah yang tidak bisa diselesaikan kalau tidak bersinergi dengan seluruh potensi bangsa," jelasnya.

Di periode kedua pemerintahannya, Jokowi lanjut Luhur sudah seharusnya melepaskan diri dari kalkulasi-kalkulasi elektoral untuk kekuasaan.

Ia harus bersiap untuk meninggalkan legacy yang membanggakan untuk bangsa ini.

"Perspektif inklusif dan moderat untuk meretas masalah-masalah utama, seperti korupsi, radikalisme, dan separatisme," ujar Luhur.

Sementara untuk Sulsel, kita berharap tetap terjadi mobilisasi sumberdaya nasional untuk wilayah ini. Misi Jokowi-Ma'ruf untuk membangun sinergi yang kokoh dengan pemerintah daerah, menjadi ruang untuk kepala daerah dan wakil-wakil kita di parlemen pusat bertarung politik anggaran.

"Ada banyak proyek infrastruktur besar yang masih mangkrak di daerah ini, butuh bantuan pemerintah pusat. Disamping eksekusi kebijakan yang populis dan pro-rakyat terus berlanjut," ungkapnya.

Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Selatan (DPD PDIP Sulsel) menggelar diskusi millenial di Cerita Coffee Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Minggu (20/10/2019).
Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Selatan (DPD PDIP Sulsel) menggelar diskusi millenial di Cerita Coffee Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Minggu (20/10/2019). (Abd Azis/Tribun Timur)

Diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Selatan (DPD PDIP Sulsel) menggelar diskusi millenial di Cerita Coffee Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Minggu (20/10/2019).

Diskusi sembari nonton bareng pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini mengangkat tema 'Diantara Ekspektasi dan Pesimisme Kaum Muda'.

Diskusi dan nonton bareng pelantikan Jokowi-Ma'ruf terselenggara atas inisiator anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel), Andi Putra Batara Lantara.

"Kita menaruh harapan besar agar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf kedepan bisa menjalankan tugasnya dengan baik," tegas Putra membuka acara diskusi.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Abdul Azis
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved