Berpendapat di Grup WhatsApp, Dosen UIN Alauddin Ditetapkan Tersangka

Kasus ini bermula ketika Ramsiah menyampaikan pendapat dalam grup WhatsApp khusus dosen UIN Alauddin.

Berpendapat di Grup WhatsApp, Dosen UIN Alauddin Ditetapkan Tersangka
ari maryadi/tribungowa.com
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bernama Ramsiah.

Ia menegaskan, obrolan grup WA Grup itu hanya membahas tentang masalah internal Penguncian Radio Syiar. Pendapat dalam grup merupakan upaya bersama untuk mencari penyelesaian.

Azis menyebut, hal itu merupakan pembahasan terkait dengan Kepentingan Umum yang bukan tindak pidana sebagaimana Pasal 310 Ayat (3) KUHP.

"Kasus ini juga menunjukkan bahwa penggunaan UU ITE selalu dilatarbelakangi konflik antara pelapor dan terlapor," sesalnya.

LBH juga menyayangkan sikap pelapor yang merupakan seorang pendidik sebuah universitas. Menurutnya, seorang dosen mestinya lebih bijak dalam menyelesaikan persoalan.

Baca: Fasilitas RSUD Kondosapata Minim, Wabup Mamasa Bilang Begini

Kedua, menjadikan proses hukum sebagai upaya paling terakhir (ultimum remedium).

"Kami meminta agar proses hukum terhadap Ramsiah ini segera dihentikan, dan meminta pihak UINAM untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan melalui mekanisme internal," tandasnya.

Sementara itu, Nur Syamsiah selaku pelapor yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Baca: CERITA Polwan Herty yang Tak Jadi Borgol Cewek Selingkuhan Tunangan saat Pergoki di Depan Umum

Hingga berita ini diturunkan, Tribun Timur telah mencoba mengonfirmasi via WhatsApp dan telepon.

"Nanti saya telepon kembali ya," singkatnya.

Peringatan 20 tahun atau dua dekade Jurusan Ilmu Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam kampus UIN Alauddin Makassar (UINAM), menggelar Seminar Nasional, Kamis (12/9/2019).
Peringatan 20 tahun atau dua dekade Jurusan Ilmu Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam kampus UIN Alauddin Makassar (UINAM), menggelar Seminar Nasional, Kamis (12/9/2019). (Citizen Reporter)

 

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved