Berpendapat di Grup WhatsApp, Dosen UIN Alauddin Ditetapkan Tersangka

Kasus ini bermula ketika Ramsiah menyampaikan pendapat dalam grup WhatsApp khusus dosen UIN Alauddin.

Berpendapat di Grup WhatsApp, Dosen UIN Alauddin Ditetapkan Tersangka
ari maryadi/tribungowa.com
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bernama Ramsiah.

"Kami memberikan tanggapan sebagai curahan hati atas kondisi fakultas. Apalagi Bapak Dekan Dr Rasyid Masri ada dalam grup," katanya.

"Tidak ada niat saya ingin menjelekkan nama baik fakultas ataupun seseorang. Ini curahan hati atas sikap wadek 3 selama ini berdasarkan fakta yg terjadi," sesalnya.

Baca: Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres, Segini Jumlah Personel Siaga di Bone

Kasus Ramsiah kini mendapat pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Kriminalisasi Kebebasan Berpendapat

Penetapan tersangka menggunakan UU ITE kepada Ramsiah dinilai sebagai bentuk kriminalisasi kebebasan berpendapat.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Divisi Hak Sipil & Politik LBH Makassar, Abdul Azis Dumpa yang kini menjadi Kuasa Hukum tersangka.

Baca: CERITA Polwan Herty yang Tak Jadi Borgol Cewek Selingkuhan Tunangan saat Pergoki di Depan Umum

"Kasus tersebut sangat dipaksakan, dan merupakan kriminalisasi atas kebebasan berpendapat dan berekspresi," kata Azis.

Dia menilai, percakapan yang dilakukan oleh Ramsiah dalam grup WA FDK bukanlah tindakan melanggar hukum.

Menurutnya, sikap Ramsiah adalah pendapat yang sah dan merupakan hak asasi manusia. Ia menilai hal itu dijamin dan dilindung dalam konstitusi pelbagai undang-undang.

"Salah satunya dalam UUD NRI pasal 28 F UUD. Setiap orang berhak menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia," bebernya.

Baca: Suardi Saleh Temui Elit Parpol di Makassar, Tujuannya?

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved