Marak Pernikahan Dini, PW Fatayat Nahdlatul Ulama Sulsel Turun Sosialisasi Cegah Nikah Dini

Hal itu dilakukan terkait maraknya kegiatan pernikahan anak dibawah umur di Sulawesi Selatan.

Dok.PW Fatayat Nahdlatul Ulama
PW Fatayat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan gencar melakukan sosialisasi cegah perkawinan anak. 

TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR- PW Fatayat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan gencar melakukan sosialisasi cegah perkawinan anak.

Hal itu dilakukan terkait maraknya kegiatan pernikahan anak dibawah umur di Sulawesi Selatan. 

BREAKING NEWS: Dua Tahun Buron, Jen Tan Diamankan Tim Intelejen Kejagung di Jakarta

VIDEO: Lagi Viral! Pemberkatan Pernikahan Rina Boru Nasution Hancur, Suami Sah Tiba-tiba Datang

Manajmen RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng Lauching Inovasi Baru, Apa Itu Layanan Raja Smile?

VIDEO: Intip Latihan Vokal Ainun, Gadis Palopo yang Lolos Seleksi Indonesian Idol

Sulli Dimakamkamkan Hari Ini, 6 Perlakuan Buruk Ini yang Dialami Sulli Sepanjang Karir Bikin Depresi

Berdasarkan data Komnas Perempuan, Sulawesi Selatan berada di tingkat 12 se Indonesia.

Dan daerah yang tinggi pernikahan anak adalah Soppeng, Luwu, Wajo, Bone dan Takalar.

Bersama Kanwil Kementerian Agama Provinisi Sulawesi Selatan, PW Fatayat NU melakukan sosialisasi di depan penyuluh agama, Rabu (16/10/2019). 

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Anwar Abubakar mengatakan tingginya tingkat penceraian di Sulsel salah satu penyebabnya adalah pernikahan anak, yang belum siap dari segi kematangan usia dan pendidikan.

Menurutnya, ada berbagai dampak yang muncul jika pernikahan dilakukan sejak dini.

Selain masalah kesehatan alat reproduksi yang belum matang, hal lainnya adalah rentan terhadap kematian ibu dan bayi serta lahir dan tumbuhnya anak yang stunting, perkawinan yang dilakukan secara dini juga akan berdampak secara psikologis, sosial dan berkontribusi terhadap tingginya angka perceraian di Sulsel.

“ Ketidaksiapan mental dan psikologis anak menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga. akan memberikan efek psikis belum lagi dampak lain kesehatan bahkan dampak sosial”, kata Anwar.

Salah satu program yang dicanangkan kementerian agama berkepentingan sosialisasi cegah pernikahan dini. Penyebabnya, kegiatan agama dijadikan alat justifikasi atau pembenaran untuk mencapai tindakan-tindakan tertentu terkait pernikahan anak usia dini.

Halaman
1234
Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved