Ibu Tersangkut Dugaan Penipuan, Bayi Usia Sepekan Juga Ikut 'Ditahan' Kejari Bulukumba

Bayinya yang baru berumur sekitar satu minggu itu, juga ikut ke Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Bulukumba.

Ibu Tersangkut Dugaan Penipuan, Bayi Usia Sepekan Juga Ikut 'Ditahan' Kejari Bulukumba
istimewa
RA dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Bulukumba, dengan status tahanan kejaksaan. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan penahanan terhadap seorang perempuan yang baru saja melahirkan sepekan lalu.

Wanita tersebut diketahui berinisial RA, yang yang tersangkut kasus penipuan dan penggelapan.

Bayinya yang baru berumur sekitar satu minggu itu, juga ikut ke Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Bulukumba.

Humas Lapas Bulukumba, Mappasomba, yang dikonfirmasi, membenarkan, jika saat ini di Lapas Bulukumba ada seorang ibu ditahan bersama dengan bayinya.

Riani Rahmawati Sekretaris BEM Sastra Lulusan Terbaik Wisuda ke-56 Unibos

LINK Download Foto Resmi Jokowi - Maruf, Bisa Langsung Dicetak

Wisuda ke-56 Unibos, Aksa Mahmud: Lulusan Terbaik, Pilih di Mana Saja Mau Lanjut Studi

Ia telah menjalani proses masa tahanan sejak Rabu (16/10/2019).

"Ia benar ada bayi di lapas Bulukumba berusia 5 hari. Ibunya tersangkut kasus penipuan sharing modal," ujarnya, Kamis (17/10/2019).

Mappasomba menjelaskan, pihaknya tetap memberikan perlakuan baik terhadap bayi tersebut, bahkan dokter yang menangani bayi mungil itu tetap dihadirkan untuk mengontrol kesehatan bayi dan ibu nifas.

"Jadi dalam UU juga diatur, dilarang memisahkan bayi dengan ibunya sebelum berusia 2 tahun. Sehingga bayi tersebut ikut masuk ke dalam tahanan. Kami juga memberi suplai susu dan makanan khusus ibu menyusui," jelasnya.

Sementara Kasi Pidum Kejari Bulukumba, I Made Pasek, menjelaskan, perkara penipuan dan penggelapan tersebut adalah hasil penyidikan Polres Bulukumba.

Riani Rahmawati Sekretaris BEM Sastra Lulusan Terbaik Wisuda ke-56 Unibos

LINK Download Foto Resmi Jokowi - Maruf, Bisa Langsung Dicetak

Wisuda ke-56 Unibos, Aksa Mahmud: Lulusan Terbaik, Pilih di Mana Saja Mau Lanjut Studi

Berdasarkan informasi yang ia peroleh, penyidik sempat kesulitan dalam menghadirkan tersangka, karna sempat tidak diketahui keberadaannya, sehingga sempat diterbitkan DPO.

"Atas dasar itulah kami melakukan penahanan agar supaya proses penanganan perkara dapat berjalan dengan lancar. Kami tidak pernah menahan anak tersangka, itu pilihan tersangka sendiri untuk membawa anaknya, dan kami tidak berhak melarang," jelas I Made Pasek.

Ia juga mengaku, bahwa pihaknya telah memperlakukan tersangka dengan baik, dengan tidak mengenakan rompi tahanan dan borgol tahanan. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Syamsul Bahri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved