Cerita Iskandar Dg Rani, Lulusan SD Asal Takalar Berpenghasilan Rp 9 Juta, Pernah Jadi Tukang Becak

Cerita Iskandar Dg Rani, Lulusan SD Asal Takalar Berpenghasilan Rp 9 Juta, Pernah Jadi Tukang Becak

Cerita Iskandar Dg Rani, Lulusan SD Asal Takalar Berpenghasilan Rp 9 Juta, Pernah Jadi Tukang Becak
Istimewa
Iskandar Dg Rani menjadi inspirasi di Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Bulan ini ia berpenghasilan Rp 9 juta 

"Saat ini kan saya masih meminjam kendaraan keluarga dalam menjalankan profesi saya sebagai mitra pengemudi GrabCar. Jadi penghasilannya masih terbagi. Tidak utuh buat saya semata. Tapi harus membayar mobil itu juga," terangnya.

Iskandar juga memiliki mimpi lain untuk membuka usaha kecil-kecilan sebagai bekal mempersiapkan masa
depan saat fisiknya tak mampu lagi bekerja menghasilkan uang.

"Usia terus bertambah. Kita harus punya strategi agar yang kita kerjakan saat masih muda, bermanfaat untuk masa tua. Maka itu, dari sekarang saya menabung. Saya bersyukur,penghasilan dari Grab sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan untuk menyenangkan anak dan istri, serta tentunya untuk menabung," bebernya.

Dalam menjalankan profesinya sebagai mitra pengemudi GrabCar, Iskandar mengaku banyak menemui kendala. Tapi baginya itu adalah tantangan dari profesi yang telah dia pilih itu.

"Ya ini kan pekerjaan yang dijalankan secara online. Sedikit berbeda dengan yang dijalankan secara manual. Ada saja pelanggan yang kadang membingungkan pengemudi. Misalnya, lokasi yang mereka pilih di aplikasi, berbeda dengan lokasi mereka sesungguhnya. Kalau saya temui kondisi seperti itu, ikhlas dan sabar saja. Saya juga bantu penumpang itu agar lain kali tidak berbuat hal tersebut, agar perjalanan bisa menjadi lebih lancar juga," tuturnya.

Iskandar berprinsip, kejujuran adalah kunci utama jika ingin meraih kesuksesan dalam hidup.

Orang-orang dengan sikap jujur akan mudah diterima di tempat mana pun.

"Bersikap tidak jujur saat bekerja sangat saya hindari. Saya percaya, setiap perbuatan buruk akan ada ganjarannya, cepat atau lambat," jelasnya.

Keluarga menjadi motivasi utama Iskandar dalam bekerja. Dia tak ingin anak-anaknya mengikuti jejaknya, yang hanya lulusan SD. Dia bertekad melihat anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

Dia sadar, untuk mewujudkan hal tersebut tentu membutuhkan biaya. Tidak ada warisan harta berlimpah dari orang tuanya, karena itu agar taraf hidupnya dan keluarga bisa membaik, maka jalannya yaitu bekerja keras.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved