Aniaya Ibu Kandung, Kabur ke Malaysia, Kembali ke Palakka Bone, Ora Langsung Diringkus

Kapolsek Palakka, Iptu Jamaluddin mengatakan, Syamsuddin alias Ora sebelum ditangkap oleh jajarannya sempat melarikan diri

Aniaya Ibu Kandung, Kabur ke Malaysia, Kembali ke Palakka Bone, Ora Langsung Diringkus
justang/tribunbone.com
Syamsuddin pelaku penganiaya ibu kandung.

TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Syamsuddin alias Ora (33), buronan kasus tindak pidana penganiayaan, ditangkap oleh petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Palakka Polres Bone, Kamis (17/10/2019).

Pelaku ditangkap di Desa Bainang, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone.

Penangkapan dipimpin langsung Kapolsek Palakka, Iptu Jamaluddin.

Baca: Apa Maleficent: Mistress of Evil Aman Ditonton Anak? Ini 7 Fakta, dari Adegan Ciuman, Nudity, LGBT

Ora menganiaya Remma, (56) yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri pada tahun 2016 lalu.

Kapolsek Palakka, Iptu Jamaluddin mengatakan, Syamsuddin alias Ora sebelum ditangkap oleh jajarannya sempat melarikan diri ke Malaysia selama tiga tahun.

Baca: VIDEO: Terbongkar! Darije Sempat Demam dan Minum 2 Biji Obat Jelang Lawan Arema

"Dari Hasil penyelidikan bahwa diketahui pelaku sedang berada di rumahnya di Desa Bainang setelah tiga tahun melarikan diri ke Malaysia, kemudian personil menuju rumah pelaku dan menemukan pelaku sedang tidur dan langsung mengamankan pelaku," kata Iptu Jamaluddin yang dihubungi via ponselnya, Kamis (17/10/2019).

Mantan Kanit Tipidter Polres Bone ini menyebutkan dari hasil interogasi awal, Syamsuddin, telah mengakui perbuatannya menganiaya ibu kandungnya dengan cara memukul menggunakan potongan kayu pada kedua betisnya sebanyak 3 kali.

Baca: Live Trans7:Jadwal Lengkap MotoGP 2019 di Sirkuit Motegi Jepang, Marquez Ingin Kunci Dua Titel Juara

"Alasan pelaku menganiaya ibunya waktu itu dikira ibunya menjual kayunya yang dia tanam padahal ibunya tidak menjual, hanya persoalan itu pelaku menganiaya ibu kandungnya," tambahnya

Kini, pelaku sudah berada di Polsek Palakka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Perbuatan Syamsuddin alias Ora, kata Kapolsek, diduga melanggar pasal 44 ayat 1 undang undang nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga.

Halaman
1234
Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved