Mau Unjuk Rasa di Mamuju Saat Pelantikan Presiden ? Ini Syaratnya

Kapolres Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan menegaskan, pihaknya tidak akan menghalangi jika ada mahasiswa atau pihak yang ingin menyampaikan aspirasiny

Mau Unjuk Rasa di Mamuju Saat Pelantikan Presiden ? Ini Syaratnya
nurhadi/tribunmamuju.com
Kapolres Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Aparat kepolisian terus berupaya memelihara kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), jelang pelantikan Presiden dan Wakil.

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden akan diadakan pada 20 Oktober.

Kapolres Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan menegaskan, pihaknya tidak akan menghalangi jika ada mahasiswa atau pihak yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Profil Luwu Timur, Kabupaten Paling Timur di Sulawesi Selatan berjuluk Bumi Batara Guru

Ini Analisis Hukum Pelarangan Demonstrasi Jelang Pelantikan Jokowi-Maruf Amin

Tim KPP Pratama Parepare Temuai Dollah Mando di Sidrap, Ini Tujuannya

"Unjuk rasa itu dilindungi Undang-undang, dan sejauh ini untuk di wilayah Sulbar," ujar Rivai Arvan.

Sesuai kebijakan Kapolda, tidak ada larangan apabila ada yang mau melakukan aksi unjuk rasa saat hari pelantikan.

Namun Arvan menegaskan, pengunjuk rasa juga harus memenuhi ketentuan atau aturan unjuk rasa yang ada.

"Harus sesuai ketentuan, artinya tiga hari sebelum pelaksanaan unjuk rasa, sudah menyampaikan kepada kami, seperti itu,"ujarnya.

Kata Arvan, pihaknya mengikuti petunjuk atau arahan dari Kapolda terkait pola pengamanan jelang pelantikan kepala negara.

Foto-foto Momen Romantis Papa Online Sandiaga Uno dan Istri Nur Asia saat Liburan di Korea Selatan

Bunda Ela Meriahkan Family Gathering Reseller The Kingdom of Parfume

Ini Analisis Hukum Pelarangan Demonstrasi Jelang Pelantikan Jokowi-Maruf Amin

"Ini khusus di wilayah Sulbar, kalau di wilayah lain mungkin beda dinamikanya," tambah Arvan.

"Jadi saya ulang, kalau ada yang mau unjuk rasa harus sesuai aturan tiga kali 24 jam harus memberitahukan ke aparat,"katanya.

Jika terjadi unjuk rasa tanpa adanya pemberitahuan, Arvan menegaskan akan mengambil tindakan tegas untuk membubarkan.

"Jadi saya sampaikan ini dari awal, kalau ada yang mau sampaikan aspirasi, silahkan sampaikan pemberitahuan dari awal,"tuturnya. (tribun-timur.com).

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved