VIDEO: Sebar Foto Hoaks Korban Penyerangan di Alauddin Makassar, Mamat Diciduk Polisi

VIDEO: Sebar Foto Hoaks Sadis Korban Penyerangan di Alauddin Makassar, Mamat Diciduk Polisi

VIDEO: Sebar Foto Hoaks Sadis Korban Penyerangan di Alauddin Makassar, Mamat Diciduk Polisi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Andi Irfan (23) warga Jl Antang Raya Makassar, harus berurusan dengan tim Polrestabes Makassar, Senin (14/10/2019) petang.

Andi Irfan alias Mamat ditangkap Reskrim Polrestabes dibantu tim Polsek Bontoala, karena menyebarkan informasi bohong.
Kapolrestabes Kombes Wahyu Ariwibowo mengaku, pelaku sebarkan info bentrokan berdarah di Makassar beberapa waktu lalu.
Di mana, informasi yang pelaku sebarkan soal perang kelompok di Jl Bawakaraeng Makassar terjadi pada, Kamis (10/10) lalu.
"Pelaku sebar foto-foto korban di facebook, foto-foto korban ini hoax. Karena tunjukan kengerian dan sadis," kata Kombes Wahyu.
Pelaku benarkan itu, tujuannya postingan ke Facebook untuk mengimbau warga agar tidak melewati Jl Gunung Bawakaraeng.
Ternyata pelaku baru memyadari keesokan hari, setelah teman yang berikan foto itu, menyebutkan foto itu tidak benar adanya.
"Pelaku sempat menghapus, tetapi karena soal ITE dia ditahan. Makanya masyarakat harus hati-hati main sosmed," ujar Wahyu.
Diketahui, dalam foto-foto yang disebarkan ke akun Facebook-nya. Tunjukan kengerian itu, dari yang diback, dan korban dibakar.
Sementara itu, Mamat mengatakan tujuan dari itu adalah untuk memberitahu warga agar jangan melewati lokasi bentrokan itu.
"Saya tidak tahu pak, tujuan saya bagikan itu untuk masyarakat tahu. Saya dapatkan foto itu dari teman saya," ungkap Mamat.
Walau demikian, Andi Irfan alias Mamat tetap dikenai pasal UU ITE. Dan ancaman hukumnya kurang lebih enam tahun. (*)
 

Jukir di Jl Sultan Alauddin Makassar Tewas Dibusur

Sahwan (24) juru parkir di ruko Pertama Sari, Jl Sultan Alauddin, Makassar, diserang sejumlah orang, Minggu (13/10/2019) malam.

Penyerangan menggunakan anak panah busur itu, membuat Sahwan merenggang nyawa akibat terkena anak panah pada bagian dadanya.

Selain itu, Shawan juga mengalami sejumlah luka lebam akibat penganiayaan.

Baca: Dandim Kendari Dicopot, Begini Pesan Pangdam XIV Hasanuddin ke Persit

Baca: 6 Klub Liga 1 Ini Lolos Lisensi AFC, PSM Makassar?

Baca: BREAKING NEWS; Kakek di Takalar Tewas Ditebas Parang, Begini Kronologisnya

Kapolsek Rappocini, Kompol Supriady Idrus membenarkan adanya peristiwa itu.

"Jadi penyerangan semalam itu, sebenarnya salah sasaran. Bukan ini korban (Sahwan) yang ditemani bermasalah tapi dia yang disasar," kata Haji Edy sapaan Supriady Idrus.

Menurut Haji Edy, para pelaku menduga korban memposting cuitan bernada nynyir terhadap salah seorang pelaku.

Sahwan (korban pembusuran) dan barang bukti busur yang diamankan Polsek Rappocini.
Sahwan (korban pembusuran) dan barang bukti busur yang diamankan Polsek Rappocini. (TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA)

"Ini pelaku dia kira korban (Sahwan) yang memposting sindiran meme kayak nyinyir di media sosial, tapi kita masih selidiki lagi apa ada keterkaitan atau dendam lama atau seperti apa," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved