Punya 73 Rumah Sakit Rekanan se-Malaysia, Ini Keuntungan Jika Berobat Melalui MHTC

Saat ini ada 73 rumah sakit swasta se-Malaysia menjadi rekanan MHTC yang tersebar di Kota Penang, Kuala Lumpur, Sabah hingga Melaka.

Punya 73 Rumah Sakit Rekanan se-Malaysia, Ini Keuntungan Jika Berobat Melalui MHTC
ilham mulyawan
CEO Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), Sherene Azli saat jumpa pers bersama awak media di St Giles HOte, Kota Penang, Malaysia, Minggu (13/10/2019). MHTC mengajak awak media dan vlogger dari Indonesia untuk melihat langsung pelayanan dan keunggulan rumah sakit di Penang yang menjadi rekanan MHTC 

TRIBUN-TIMUR.COM, PENANG -- Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), mengajak media dan blogger asal Indonesia untuk berkunjung ke Georgetown, Penang, 13 - 16 Oktober 2019.

Tujuannya untuk menjalani pengalaman wisata kesehatan yang ditawarkan oleh Malaysia Healthcare.

Baca: FOTO: MHTC dan PSMTI Sulsel Gathering dan Seminar Kesehatan

Baca: MHTC Kolaborasi Dengan PSMTI Gelar Dinner dan Seminar Kesehatan

Baca: Mau Tahu Informasi Rumah Sakit di Malaysia? Hubungi MHTC, Gratis

MHTC merupakan organisasi yang didirikan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia, saat ini MHTC berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Malaysia, sebagai fasilitator bagi pasien-pasien yang ingin berobat di Malaysia.

Kepada awak media, CEO MHTC, Sherene Azli mengungkapkan bahwa sebagai agensi pemerintah Malaysia di bidang kesehatan, pihaknya berkewajiban memfasilitasi warga negara lokal maupun asing yang ingin berobat di Negeri Jiran tersebut.

Saat ini ada 73 rumah sakit swasta se-Malaysia menjadi rekanan MHTC yang tersebar di Kota Penang, Kuala Lumpur, Sabah hingga Melaka.

"Dan semuanya sudah akreditasi internasional, " ungkap Sherene saat jumpa media di St Giles Hotel, Penang, Minggu (13/10/2019) malam.

Fakta menarik yang diungkapkannya, pasien yang berobat di Malaysia melalui MHTC terbanyak dari Indonesia.

Pada tahun 2018, sebanyak 1,2 juta jiwa yang menjalani pengobatan, 80 persen atau 900 ribu orang merupakan WNI.

"Sehingga untuk tahun 2019 kami targetkan warga negara Indonesia berobat di Malaysia sudah lebih satu juta orang. Karena dari tahun 2017 ke 2018 saja ada peningkatan jumlah mencapai 16 persen," kata Sherene.

Pelayanan cepat dan biaya terjangkau menjadi keunggulan utama MHTC.

Tak heran, pasien yang ingin berobat bahkan akan dijemput di bandara untuk segera dibawa ke rumah sakit menjalani perawatan.

"Akses pun cepat. Seperti misal ingin ketemu dokter spesialis hari ini pun bisa dilakukan, " paparnya.

Sherene juga menambahkan, meski bergerak di bidang kesehatan, namun pihaknya tak serta merta menganjurkan pasien atau rumah sakit mengambil tindakan operasi begitu saja.

"Jika masih bisa medical check up dan jalani terapi, kenapa harus langsung operasi. Tidak begitu, disini kami utamakan adalah kepercayaan dari pasien. Membuat mereka senyaman mungkin seperti berada di rumah sendiri," katanya lagi. (*)

Editor: Ilham Mulyawan Indra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved