Yudisium Mahasiswa, Rahman Rahim; Dokter Harus Punya Skill dan Ikuti Perkembangan Teknologi
Rektor Unismuh Makassar Prof Abdul Rahman Rahim mengatakan, kepercayaan terhadap dokter harus terus ditingkatkan.
Penulis: Hamdan Soeharto | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Sebanyak 39 dokter dan 12 tenaga perawat mengikuti yudisium dan pengambilan sumpah, di Aula Kedokteran Unismuh,Makassar, Minggu (13/10/2019).
Rektor Unismuh Makassar Prof Abdul Rahman Rahim mengatakan, kepercayaan terhadap dokter harus terus ditingkatkan.
Selain itu, para dokter harus mempunyai skill dan mampu mengikuti perkembangan tekhnologi, agar selalu mendapat kepercayaan dari masyarakat.
"Kegiatan yudisium merupakan tanda bahwa kegiatan akademik berlangsung dengan baik," tambah Abdul Rahman.
Saat ini, jumlah peminat masuk di Fakultas Kedokteran setiap tahunnya meningkat.
Ini menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Unismuh Makassar dan Fakultas Kedokteran semakin meningkat.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh Makassar, Mahmud Ghaznawie mengatakan, rencana peningkatan status keperawatan dari D3 menjadi S1 dan Profesi Ners.
Pengajian dibawakan PWM Sulsel, l Drs. Syamsuariadi P Salenda, MA
Turut hadir dalam acara itu, Ketua BPH Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Muh. Syaiful Saleh, M.Si. Kadis Kesehatan Kota Makasar.
RS Tk.II Pelamonia, RS Syekh Yusuf, RS Labuang Baji, RS Haji, Balai Kesehatan Mata Makassar, Balai Kulit dan Kecantikan Prov Sul-Sel dan Kepala Puskesmas se Kota Makassar.
Unismuh Makassar Rintis Budidaya dan Riset Jahe Merah
Unismuh Makassar kini sedang merintis budidaya dan riset jahe merah, kerjama dengan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) dan PT Bengkel Bumi Mandiri.
Realisasi dari kerjasama dihadiri Dirut PT SPI Unismuh, Dr Idham Halid, Direktur Keuangan PT SPI, Dr Agussalam.
Bersama ISMI dan Bengkel Bumi Mandiri melakukan survei lokasi di beberapa lokasi di Sulsel, yang akan jadi lahan menanam tanaman itu.
Demikian ditegaskan, Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abd Rahman Rahim, SE MM kepada media, Kamis (10/10/2019).
Dijelaskan jahe merah ini akan dijadikan obat dan kesehatan secara organik dengan sasaran ekspor.
Kerjasama ini akan melibatkan masyarakat pada budidaya tanaman, yang juga sudah ada kepastian pasar ekspor di luar negeri.
Pengembangan dan riset jahe merah ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, yang menjadi keunggulan kampus.
Unismuh Makassar tetap konsisten dengan pengembangan potensi lokal agraris pertanian berbasis teknologi dan riset.
Bukan di Stadion Si Jalak Harupat, Laga Persib Bandung Vs Persebaya Dipindahkan ke Tempat Ini
Ketua PKK Sulsel Berbagi Solusi Krisis Air Bersih Hingga Tips Sehat, Berikut Profil Lies
10 Fakta Arteria Dahlan, Anak Buah Megawati Bentak Guru Besar UI di Mata Najwa, Kerjaan Masa Lalu
Jahe merah organik ini adalah bahan baku pembuatan minuman jamu untuk kesehatan.
PT Bengkel Bumi Mandiri, selama ini mengembangkan usaha tanaman jahe gaja ini mengatakan, tanaman jahe gaja ini akan diolah oleh perusahaan besar di Amerika menjadi minuman kesehatan (jamu).
Tanaman jahe gaja ini adalah bahan baku pengganti minuman alkohol menjadi minuman jamu untuk kesehatan tubuh.
Dulu orang Amerika senang mengkonsumsi alkohol sebagai penghangat badan, saat ini tergantikan dengan meminum jamu dari jahe merah ini.
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sebanyak-39-dokter-dan-12-tenaga-perawat-mengikuti-yudisium.jpg)