Kisah Rezeki Umrah dari Tanah Suci

Kala Kesabaran Segelintir Jamaah Korban Abu Tours Diobati Trio Dokter asal Makassar

Kisah Rezeki Umrah dari Tanah Suci (2), Kala Kesabaran Segelintir Jamaah Korban Abu Tours Diobati Trio Dokter

Kala Kesabaran Segelintir Jamaah Korban Abu Tours Diobati Trio Dokter asal Makassar
TRIBUN TIMUR/THAMZIL THAHIR
Jamaah umarah 

Kisah Rezeki Umrah dari Tanah Suci (2), Kala Kesabaran Segelintir Jamaah Korban Abu Tours Diobati Trio Dokter

TRADISI Arab tua kerap menggunakan frasa ‘Abu’ untuk menarasikan seorang yang heboh, hebat, jagoan, atau khas.

Abu Lahab dan istri misalnya, dalam Alquran dinisbahkan biang ‘pembenci Islam’ yang akan jadi penghuni kerak neraka.

Amr bin Hisyām atau populer dengan Abu Jahal, dalam sejarah Islam, juga dinisbahkan sebagai tokoh utama penghasut dan penghalang utama dakwah Nabi Muhammad di Mekkah.

Abu tak berkonotasi negatif sahaja. 

Perawi sekitar 5.374 hadist terkemuka di masa kerasulan di Madinah, Abd al-Rahman ibn Sakhr Ad-Dausi (603 - 681 M), justru lebih populis dengan kebiasaannya memelihara kucing.

Akhirnya pria Yaman ini dijuluki Abu Hurairah (bapaknya kucing) oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Ada juga Abu Nuwas. Nama aslinya, Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (756-814). Dia

ulama, pujangga sekaligus humoris asal Parsia, yang jadi biang kritik bagi Raja Harun Al Rasyid, di kekhalifaan Abbasiyah di Baghdad (786 hingga 803).

Tiga tahun lalu, 2017 Indonesia dihebohkan skandal penipuan jasa perjalanan travel haji dan umrah terbesar di Indonesia; Abu Tour dan First Travel.

Baca: Istri Abu Tours Lawan Vonis Hakim, JPU Ajukan Kontra Kasasi ke MA

Baca: Sebelum Sidang, Bos Abu Tours Salami Calon Jamaah Umroh yang Ditipunya

Baca: Banding Ditolak, Istri Bos Abu Tours Tetap Dihukum 19 Tahun Penjara

Halaman
1234
Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved